Virus Corona Merebak, Indonesia Masih Buka Kunjungan Turis dari China

Terkini.id, Jakarta – Di tengah merebaknya virus corona, sejumlah maskapai telah menutup penerbangan ke Wuhan yang dikenal sebagai tempat pertama ditemukannya virus mematikan tersebut.

Bukan cuma itu, beberapa negara seperti Inggris dan Amerika serikat bahkan telah mengeluarkan travel warning atau peringatan kepada warganya untuk tidak bepergian ke China.

Di Indonesia, pemerintah belum memutuskan untuk mengeluarkan travel warning. Bahkan, sejumlah wisatawan dari China masih berdatangan ke negeri ini.

Kemenlu belum mengeluarkan travel warning karena masih menunggu rekomendasi Kementerian Kesehatan. Sementara, Kementerian Kesehatan mengacu ke WHO.

Di Batam, ratusan turis China datang dengan menggunakan maskapai Batik Air lalu diangkut dengan lima bus, Jumat 24 Januari 2020.

Menarik untuk Anda:

Melansir dari Wartakotalive.com, Turis China tersebut berasal dari Shenzen, China atau Tiongkok.

Turis Tiongkok Disambut Wakil Gubernur

Kedatangan sebanyak 170 turis Tiongkok tersebut mendapat protes netizen lantaran disambut istimewa oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Setelah mendapat banyak protes, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit pun mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak agen wisata agar bisa mempercepat kepulangan ratusan turis dari China tersebut menyusul keresahan masyarakat atas penyebaran virus corona.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengambil keputusan terkait wisatawan Asal Tiongkok yang berkunjung. Mengakibatkan gejolak Masyarakat. semoga keputusan yang akan diambil akan mewakili suara masyarakat,” ujar Nasrul dalam keterangan resmi yang juga diunggah melalui akun Twitter pribadinya.

Saat tiba di Batam beberapa waktu lalu, ratusan turis tersebut disuguhi tarian daerah  dan disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Sumbar Alwis di Bandara Internasional Minangkabau.

Irwan mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan wisatawan asing ke Sumbar.
Lihat juga: Kemenkes Bantah Pasien Jambi Kena Corona: Hanya Influenza

Dilansir dari Antara, 174 turis asal China ini langsung diboyong ke ruang pemeriksaan untuk dicek dengan pemindai panas suhu tubuh atau thermal scanner.

PT Marawa Corporate dan Cocos Tour selaku agen biro perjalanan yang mendatangkan turis China ke Sumbar tersebut mengatakan kliennya tidak terjangkit virus corona.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kota Pariaman Alfian mengatakan para turis itu mengunjungi tiga objek wisata di Pariaman, yakni Rumah Tabuik, Pantai Gandoriah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB).

Usai dari STIB, ratusan turis China itu disuguhi kesenian silat dan atraksi beruk memetik kelapa. “Terakhir wisatawan dijamu makan siang di Rumah Dinas Wali Kota Pariaman,” kata Alfian.

Lihat juga: Sumbar Sambut 174 Turis China, Dipastikan Aman dari Corona

Perlakuan istimewa Pemprov dan Pemda Sumbar terhadap ratusan China tersebut rupanya mendapat penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat. Pemerintah setempat dinilai tidak peka dengan kekhawatiran warga terhadap potensi penyebaran virus corona yang kini masuk status siaga di Indonesia sebagaimana yang telah diutarakan oleh Menteri Kesehatan Terawan.

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah kota terkait menanggapi hal tersebut. Dia menegaskan kewenangan sektor pengembangan pariwisata di daerahnya sudah masuk agenda pemerintah pusat sehingga pihaknya tidak bisa serta-merta menolak kedatangan para wisatawan asal China tersebut.

Terlepas dari polemik tersebut, Nasrul memastikan seluruh fasilitas peralatan penunjang untuk mendeteksi atau mencegah virus corona yang ada di bandara dan rumah sakit di Sumbar dapat dioperasikan secara maksimal. Sehingga seluruh warga Sumatera Barat dapat dipastikan aman dari penularan wabah virus corona.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Akmal Taher Mundur, Kenapa?

Berhati Malaikat, Pria Ini Sering Bayarkan Tagihan RS Pasien Miskin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar