Wadahi pelaku industri kreatif, Basha Market hadir di Makassar

Begini keseruan pembukaan Basha Market di mall Pipo Makassar

Terkini.id, Makassar – Sejak pertama kali menyelenggarkaan Basha Market pada tahun 2014, BENCHMARK, startup asal Surabaya yang berfokus untuk menjadi platform bagi berbagai produk kreatif terus melakukan berbagai inovasi agar bisa terus menjadi market sekaligus tempat para pelaku industri kreatif memamerkan karya.

Kekuatan utama BENCHMARK yaitu thematic experience, secara sukses diimplementasikan dalam berbagai Thematic Bazaar yang mereka gagas mulai dari Basha Market, Basha PopUp!, Basha Arcade, Basha Initiatives, hingga Basha X. Kesuksesan tersebut tidak membuat dua penggagas BENCHMARK, Devina Sugono dan Christie Erin berpuas diri.

Dan Tahun 2018, menjadi tonggak baru bagi mereka dengan melakukan ekspansi ke Makassar, pintu gerbang perekonomian Indonesia bagian timur. Acara ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di Makassar mulai 2 hingga 4 Maret 2018 Phinisi Point Mall. Kota Makassar menjadikan Broadway Act sebagai tema terhadap berbagai perangkat visual yang akan mereka hadirkan. Pengunjung akan dibawa menikmati ambience Broadway dalam sesaat.

Marketing Head BENCHMARK, Christie Erin di hadapan awak media Makassar mengatakan pihaknya menjanjikan pengalaman visual yang tidak terlupakan kepada penikmat industri kreatif di Surabayadi Basha Makassar. Broadway Act 2 ini membawa Anda pada perjalanan yang sangat mengasyikkan di bawah kerlipan cahaya warna-warni dan semarak sebuah jalanan yang terkenal.

“Kami menyiapkan sebuah event yang sangat unik dengan atmosfir yang tak tertandingi serta menghadirkan para pelaku produk kreatif terkemuka dari seluruh Indonesia. Di sini juga tersedia sebuah one stop destination untuk berbelanja dan menikmati kuliner bagi siapapun dari berbagai latar belakang usia,”paparnya.

Sementara Co Founder BENCHMARK, Devina Sugono menjelaskan, BENCHMARK diharapkan bisa menjadi platform yang lebih besar lagi dengan mewadahi lebih banyak pelaku industri kreatif.

“Kami siap untuk menjadi partner berbagai pihak mulai dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Propinsi Sulawesi Selatan, maupun Walikota Makassar. Selain itu, kami ingin turut mempromosikan berbagai produk kreatif tanah air hingga ke luar negeri. Harapannya, pemerintah bisa menyambut niat baik kami,”harap Devi.

Masih kata Devi, Basha Arcade juga membawa beberapa workshop ke Makassar diantaranya watercolor workshop by artemyst, leather making workshop by revolt dan embroidery workshop bersama @nengiren.

“Sejumlah brand dari luar Makassar juga hadir diacara ini seperti Calla by Olivia Lazuardy Duma, Potts, M by Mischa, Jika, Sasc, Jolie, Dore by Letao, Mocha mochi, Chef tonys”, ujarnya.

BENCHMARK percaya Millenials sangat suka memanjakan mata dengan berbagai dekorasi yang menarik, serta mengambil foto di depan dekorasi itu. Karena itu, Basha Arcade kami hadirkan khusus bagi generasi millenials di Kota Makassar. Tentu kolaborasi pemerintah dan private sector merupakan bentuk ideal untuk meningkatkan potensi industri kreatif tanah air.

Komentar

Rekomendasi

Tak Hanya Tutup 4 Restoran, Jam Operasional MYKO Cafe Juga Dibatasi Demi Cegah Corona

Lawan Penyebaran Covid-19, MYKO Tutup 4 Restoran untuk Sementara Waktu

Dukung Imbauan Pemerintah, MYKO Sementara Waktu Tak Terima Acara Wedding

Begini Cara MYKO Cegah Penyebaran Covid-19 di Area Hotel

Bos XL Axiata, Allan Bonke Mengundurkan Diri di Tengah Wabah Corona

REI Minta Cicilan KPR Ditunda karena Corona, OJK: Sudah Dibuat Ketentuannya

6 Hal Ini Perlu Dilakukan UKM Menghadapi Kecemasan Ekonomi Karena Virus Corona

Indonesia Ekspor Masker Besar-besaran ke China hingga Singapura, Pantas Langka

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar