Waduh! Beredar Informasi PDIP Usulkan Pemerintah Tutup Seluruh Pesantren di Indonesia, Begini Penjelasannya

Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini, beredar sebuah informasi menghebohkan soal PDIP alias Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusulkan Pemerintah agar menutup seluruh pesantren di Indonesia.

Kontan saja informasi itu menggegerkan publik. Namun, bagaimana dengan kebenarannya?

Dilansir terkini.id dari Era pada Sabtu, 30 Oktober 2021, unggahan informasi itu menampilkan hasil tangkapan layar sebuah artikel berjudul ‘PDIP Usul ke Pemerintah Agar Pesantren Ditutup Seluruh Indonesia’.

Tangkapan layar itu juga menampilkan foto Ketua Umum PDIP, yakni Megawati Soekarnoputri, beserta beberapa anggota lainnya.

Namun, setelah dilakukan penelusuran terkait kebenaran informasi tersebut, sebagaimana dilansir dari laman turnbackhoax.id, dapat disimpulkan bahwa hal itu merupakan informasi hoaks.

Faktanya, kabar tersebut merupakan hoaks lama yang bahkan telah beredar sebanyak tiga kali sejak tahun 2018 silam.

Diketahui bahwa tangkapan layar yang beredar tersebut diambil dari artikel hoaks unggahan AndebaNews.

Dikatakan sebagai sebuah artikel hoaks lantaran narasi yang ada di dalam artikel sama sekali tidak mengabarkan ataupun menyebutkan tentang PDIP yang mengusulkan penutupan pesantren di seluruh Indonesia.

Selain itu, artikel tersebut juga diketahui telah dihapus oleh penyedia layanan setelah ramai dibicarakan oleh masyarakat.

Artikel tersebut disebut hanya menyalin ulang isi artikel dari situs Suaranasional.com yang berjudul ‘Sindir Ulama sebagai Peramal dan Belum Lihat Akhirat, Megawati Lecehkan Islam’.

Sementara itu, pengurus DPC PDIP Kabupaten Barito Selatan (Barsel) pun ternyata pernah melaporkan kasus yang sama ke Polres Barsel, Kalimantan Tengah karena mereka menilai narasi tersebut adalah murni kabar bohong alias hoaks.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kabar PDIP memberi usul ke Pemerintah untuk menutup pesantren si seluruh Indonesia merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

Bagikan