Masuk

Waduh, Panas! Beredar Tudingan Tajam MUI Raup Triliunan Rupiah dari Sertifikasi Halal, Begini Penjelasannya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kabar tak sedap tampaknya sedang menimpa MUI alias Majelis Ulama Indonesia akhir-akhir ini.

Pasalnya, beredar tudingan tajam nanti panas bahwasanya MUI meraup triliunan rupiah melalui sertifikasi halal.

Adapun tudingan tersebut diketahui bermula dari beredarnya sebuah video di kanal YouTube.

Berikut narasinya:

“MELALUI SERTIFIKAT HALAL, MUI KUASAI RATUSAN TRILIUNAN RUPIAH | Shelter CSW”.

Lantas, benarkah tudingan tajam tersebut?

Dilansir terkini.id dari laman resmi kominfo.go.id via jaringan Suara pada Jumat, 4 Februari 2022, klaim bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menguasai ratusan triliunan rupiah melalui sertifikat halal adalah salah.

MUI diketahui dengan tegas telah membantah tuduhan tersebut. Dalam hal ini, Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si angkat suara.

Ia menyatakan, baik dari data LPPOM MUI maupun BPOM, angka terkait sertifikat halal masih sangat jauh dari tuduhan.

Dalam laman resminya, LPPOM MUI menyatakan bahwa pihaknya bukanlah instansi atau lembaga Pemerintah.

Oleh karena itu, dalam menjalankan pemeriksaan kehalalan produk, LPPOM MUI tidak mendapatkan pembiayaan Pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

LPPOM MUI mengaku memberlakukan biaya tertentu kepada perusahaan yang mengajukan Ketetapan Halal MUI.

Adapun proses pembiayaan dilakukan dengan transparan dan disepakati dalam bentuk akad pembayaran sertifikasi halal.

Selain itu, LPPOM MUI juga telah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) sehingga LPPOM MUI harus dan telah memenuhi semua aturan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Kesimpulan:

Dengan berbagai penjelasan di atas, maka tudingan bahwa MUI meraup triliunan rupiah dari sertifikasi halal tidaklah benar.

Informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoax.