Makassar Terkini
Masuk

Wakili Jeneponto di Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi, SDI 213 Butuh Pembinaan

Terkini.id, Jeneponto – Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi tidak lama lagi akan digelar, lomba yang akan berlangsung di bulan Februari 2020 nanti memberikan tantangan tersendiri bagi setiap sekolah yang terpilih sebagai delegasi terbaik dari masing-masing daerah.

Seperti Sekolah Dasar Inpres (SDI) 213 Batubassi Desa Pallantikang Kecamatan Bangkala yang akan mewakili Kabupaten Jeneponto.

Sekolah tersebut harus membuat program dan kinerja guna mewujudkan sekolah sehat sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Hal tersebut disampaikan Kepala SDI 213 Batubassi Hj St Aminah. Menurutnya, dalam menghadapi lomba sekolah sehat tingkat provinsi, sekolahnya harus memenuhi penilaian berdasarkan acuan strata paripurna.

“Untuk mencapai strata paripurna, hal berkaitan dengan kondisi lingkungan belajar yang normal, harus dapat terlihat dari sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejah­teraan setiap warga sekolah,” kata Hj Aminah.

Menurutnya, dalam menghadapi lomba sekolah sehat tingkat provinsi, dia harus membenahi ruang kelas, kepala sekolah, guru, ruang perpustakaan, toilet, kantin, dan jumlah siswa dengan rasio jumlah toilet sekolah harus sesuai.

“Semua aspek tersebut turut dinilai, kriteria penilaian lebih rinci, yakni lingkungan sekolah harus bersih, indah, tertib, rindang, dan memiliki penghijauan yang memadai, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah serta air bersih terkontrol,” ungkapnya.

Selain itu, kantin dan petugas kantin harus bersih dan rapi serta menyediakan menu gizi seimbang. Juga ruang kelas yang memenuhi syarat kese­hatan (ventilasi dan pencahayaan cukup), ruang serta peralatan UKS yang ideal.

“Ditambah sarana dan prasarana pembelajaran yang meme­nuhi standar kesehatan, kenyamanan dan keamanan, taman/kebun sekolah yang bisa dimanfaatkan serta kurikulum pembelajaran yang baik bagi tumbuh kembang siswa, menerapkan kehidupan sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, pola hidup bersih, higienis, dan sehat,” paparnya.

Dia menambahkan, perang UKS sangat penting dalam menghadapi lomba sekolah sehat.

“Peran UKS juga sangat penting. Siswa yang sakit pertama kali dirujuk ke UKS untuk penanganan pertama. Oleh karena itu, UKS menjadi ujung tombak sejauh mana sekolah memerhatikan kesehatan peserta didik,” tuturnya.

Namun untuk mewujudkan itu, Hj Aminah mengaku butuh pembinaan dari instansi terkait.

“Untuk mencapai standar penilaian itu kami sangat membutuhkan perhatian dan pembinaan dari instansi terkait, bulan depan sudah lomba, dari sekarang kita harus berbenah diri,” ujarnya kepada terkini.id, Selasa, 7 Januari 2020.