Warga Keluhkan Jalan Trans Pinrang – Parepare, ini Penyebabnya

Jalan Trans Sulawesi yang kebghubungkanPinrang - Parepare

Terkini.id, Pinrang – Padatnya jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Parepare dengan Provinsi Sulawesi Barat, khususnya pada wilayah Kabupaten Pinrang, yang kini menjadi lumbung kemacetan, bahkan sejumlah ruas jalan terkadang sulit untuk dilalui kendaraan ketika dari salah satu arah jalan ada kendaraan yang berhenti.

Bahkan dulu jalan tersebut mampu dilalui kendaraan hingga sampai pada batas Provinsi Sulsel dengan Provinsi Sulbar selama kurang dari dua jam kini pengendara harus melalui jalan tersebut selama kurang lebih 3 jam bahkan bisa sampai pada empat jam perjanan atau dua kali lipat dari waktu perjalanan sebelumnya.

Bahkan tidak sedikit masyarakat Pinrang mengeluhkan kondisi jalan trans yang begitu sempit dan juga jumlah volume kendaraan yang semakin hari semakin meningkat, tentunya itu akan menjadi harapan baru bagi Pemerintahan Sulsel yang baru.

Bahkan mereka sendiri tidak segan-segan berharap agar pemprov yang sekarang ini betul-betul memberikan perhatian khusus tentang akses jalan tersebut belum lagi jalannya yang sudah rusak dan berlubang.

Rahman, warga Pinrang, mengaku kadang kewalahan saat melalui jalan tersebut karena kondisi jalannya yang sudah rusak dan berlubang, belum lagi dengan volume kendaraan yang banyak sementara kondisi jalan masih sangat sempit.

“Sekarang jalannya sudah sempit, rusak dan berlubang di tambah lagi volume kendaraan yang meningkat akhirnya pengendara terkadang tidak nyaman melalui jalan tersebut, dan bahkan ada yang sengaja mengalihkan ke jalan yang masih agak sepi,”terangnya.

Dia mengatakan, dengan kondisi seperti ini tentunya akan mempengaruhi jalan para pengendara, karena jika pengendara tidak nyaman bisa saja beralih ke jalan yang lain, dan perekonomian di Pinrang pastinya akan melambat.

“Kalau begini kan bisa berpengaruh pada kondisi ekonomi yang ada, apalagi kan sejumlah pelaku ekonomi akan beralih ke jalan lain ataukah bahkan mereka akan malas untuk singgah belanja di Pinrang karena dikhawatirkan kondisi jalan yang macet seperti ini,”ujar Rahman.

Warga lainnya, Risman, mengakui kondisi jalan tersebut merugikan bagi dirinya, dan tentunya merugikan bagi kemajuan ekonomi dirinya di Kabupaten Pinrang.

“Kami rugi sebenarnya karena kalau pengendara sudah tidak mau singgah karena kondisi jalannyang padat, maka ekonomi kita pastinya akan lemah dan kita bahkan sulit untuk dapat penghasilan,”jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini