Warga Makassar Senang Bisa Panen Sayur dalam Lorong

Pengunjung memanen sayuran di Perkebunan Kelompok Dewi Kumala Sari di Kecamatan Tamalanrea

Terkini.id, Makassar – Program Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar menggalakkan berkebun dalam lorong disambut bahagia warga. Banyak tanaman yang sudah dipanen menghasilkan uang.

“Setiap tiga bulan kita panen sayur,” kata Yusud Siradjang, Anggota Kelompok Tani Lontara Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kamis 8 November 2018.

Pada lahan seluas 550 meter per segi, Kelompok Tani Lontara mampu menanam ribuan pohon cabe, okra, bawang merah, dan kol. “Bahkan ada yang sudah bisa panen sebelum 3 bulan,” kata Yusuf.

Hasil panen dikonsumsi dan dijual ke warga di sekitar areal perkebunan. “Ada juga yang kami jual ke pasar modern,” ujar Yusuf.

Memanfaatkan lahan yang sebelumnya terbengkalai, kini anggota kelompok tani sudah bisa memiliki modal dari hasil menjual sayuran. “Sudah ada jutaan rupiah. Digunakan untuk kebutuhan kelompok,” kata Yusuf.

Tujuh Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam lorong binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar dipercaya untuk memasok buah dan sayuran ke pasar modern. Setiap hasil panen akan dikemas dengan baik, agar memenuhi standar di pasar modern.

Baca :KWT Lontara Panen Perdana Sayuran Kol

“Untuk tahap pertama kita bekerjasama dengan Swalayan Gelael. Setelah ini kita akan buka peluang kerja sama dengan pasar modern lain,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati.

Sri mengungkapkan, proses yang dilalui petani mulai menanam sampai pemasaran sangat panjang. Semua bisa dilalui dengan semangat hidup hijau. Mensejahterakan masyarakat. “Menuju Makassar menjadi kota dunia,” katanya.

Kelompok tani yang umumnya perempuan berhasil mengubah pola pikir masyarakat. Memanfaatkan lahan sempit dalam lorong untuk produksi pertanian. Meski Makassar bukan area pertanian.

“Ini tahun keempat. Kami menggandeng kelompok tani menjadi inkubator. Sebagai percontohan,” ujar Sri.