Terkini.id, Jakarta – Seorang penyiar asal Malaysia memutar adzan maghrib lebih awal dari yang dijadwalkan. Penyiar tersebut meminta maaf kepada warga Tawau, karena berbuka lebih dulu akibat salah mendengar adzan maghrib.
Diketahui, penyiar radio yang bernama Mohd Safwan bin Junit telah memutar adzan sebanyak dua kali. Yakni pada pukul 18.16 dan pukul 18.20 waktu setempat.
Seperti yang dilansir pada detik.com, Minggu 3 April 2022, seorang penyiar radio salah memutar adzan maghrib di hari pertama puasa ramadhan, kejadian itu telah tersebar di media sosial hingga mengklaim bahwa beberapa warga telah berbuka puasa.
Pihak Departemen Penyiaran Malaysia Sabah meminta maaf kepada publik, juga Mohd Safwan sendiri dilansir pada postingan akun facebook miliknya. Dirinya meminta maaf atas kejadian yang murni karena kesalahan teknis.
“Saya dengan rendah diri, secara pribadi, memohon maaf kepada warga Tawau yang terkesan dengan kejadian ini. Kesilapanini adalah kesilapan dari diri saya sendiri dan buka RTM Tawau atau Tawau FM. yang baik itu datangnya dari Allah dan yang kurang itu datangnya dari diri saya sendiri.” tulis Mohd Safwan.

- Terima Kunjungan Pemerintah Kelantan Malaysia, Wali Kota Tawarkan Pesona Budaya dan Pariwisata Makassar
- Makassar Masuk Rute Tur PETRONAS SIC Jelang MotoGP Malaysia
- Pengusaha Asal Malaysia Investigasi USD 80 Juta di Sulsel, Bakal Gandeng Perseroda
- Mengenal Budaya dan Manuskrip Kuno Sulsel, Mahasiswa Malaysia Berkunjung ke Dinas Perpustakaan
- Anwar Ibrahim dan Harapan Umat
Tawau FM yang berdiri sejak tahun 1964 itu memilik banyak pendengar yakni, Semporna, Lahad Datu, Gugusan Felda Sahabat dan Daerah Tawau sendiri selain negara jiran, bahkan Indonesia. Dilansir dari akun facebook Briged Pejuang Tanahair.
Berita ini telah beredar, tidak hanya di Malaysia saja, juga di Indonesia. Akun instagram @folkative mengunggah informasi ini, sontak ramai mengomentari postingan tersebut.
“April mop” tulis pemilik akun @luxforxii

Menanggapi hal tersebut, Datuk Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri memberikan pernyataan bahwa umat islam yang berbuka lebih dulu karena kejadian yang diakibatkan oleh penyiar radio, puasanya batal dan harus diganti pada saat bulan ramadhan telah selesai.
“Tidak sah dan batal puasa individu yang menyangka telah pun tenggelam matahari tetapi ia belum lagi tenggelam. Wajib diqada semula menurut jumhur ulama,” pungkas Zulkifli mengutip akun facebook Briged Pejuang Tanahair.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
