Warga Prancis Cabuli 305 Anak, Polisi Temukan Benda-benda Ini di Kamar Hotelnya

Terkini.id, Jakarta – Aksi pencabulan yang dilakukan oleh seorang warga negara Prancis berhasil diungkap oleh kepolisian.

Tidak tangung tanggung, warga Prancis tersebut sudah mencabuli setidaknya 305 korban.

Polda Metro Jaya yang menangkap pelaku menyampaikan, mayoritas mayoritas korban berusia di bawah umur.

“Sudah ada 17 (korban) yang dapat kami identifikasi yang memang rata-rata di antara mereka berusia ada yang 13 dan 17 tahun, memang di antara itu ya,” terang Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dikutip dari detikcom di Jakarta, Kamis 9 Juli 2020 kemarin.

Nana mengungkapkan para korban tersebut selain ditipu dengan akan dijadikan foto model, pelaku juga memberikan sejumlah uang kepada korban jika bersedia untuk disetubuhi.

Menarik untuk Anda:

Menurut Nana, kisaran uang yang diberikan pelaku ke korban bervariasi. Nominal uang tersebut mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Nana juga mengungkapkan, jumlah 305 korban tersebut didapatkan setelah polisi memeriksa laptop milik pelaku. Dalam laptop tersebut terdapat 305 video mesum pelaku dengan korban yang masih berusia di bawah umur.

“Ketika penyidik men-tracing dari pelaku tidak mau diajak atau tidak koperatif. Artinya kami kerja sama dengan cyber Mabes Polri untuk buka isi laptop pelaku. Kemudian diperoleh data ada 305 video mesum dengan anak di bawah umur dan dilakukan oleh pelaku, hanya satu pelaku ya,” ungkap Nana.

Atas perbuatannya, polisi mempersangkakan FAC dengan Pasal 81 Ayat (5) jo Pasal 76D UU No 1/2006 tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman hukumannya adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Sulap Kamar Hotel Jadi Studio, Polisi Temukan Ini

Polisi mengungkapkan, FAC ‘menyulap’ kamar hotel yang dia tempati hingga mirip studio foto. Dalam melancarkan aksi bejatnya, FAC mengaku sebagai fotografer dan menawarkan jasa pemotretan, dengan iming-iming korban jadi fotomodel.

“Dia menginap di hotel dari satu tempat ke hotel lain. Ruangan (kamar hotel)-nya itu dibuat seperti studio. Mereka menyiapkan betul memasang video, ada kamera juga. Ini yang kemudian seperti tidak perlu mempersiapkan lagi. Memang dia (FAC) punya kemampuan fotografi ya,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020.

Nana menambahkan para korban mayoritas merupakan anak jalanan perempuan. Para korban, terang Nana, nantinya akan didandani oleh pelaku agar lebih menarik.

“Para korban ini merupakan anak jalanan perempuan yang kemudian mereka dibujuk dengan memberikan sesuatu imbalan uang. Mereka didandani makeup sehingga terlihat menarik. Kemudian mereka akan dijadikan fotomodel dan mereka akan disetubuhi,” ungkap Nana.

Dia mengatakan pelaku juga memanfaatkan para korban yang pernah disetubuhinya tersebut untuk membawa anak lainnya kepada pelaku. Nana juga menyebutkan pelaku juga mencari mangsa di mal dan tempat ABG berkumpul lainnya.

“Modus operandi tersangka juga berjalan-jalan di mana ada kerumunan anak-anak, kemudian didekati, ditawari jadi fotomodel. Anak yang sudah mereka anggap mau kemudian dibawa ke hotel,” ucap Nana.

Tak hanya mencabuli, Nana menambahkan, FAC juga merekam setiap adegan mesumnya dengan para korban. FAC memasang kamera tersembunyi di kamar hotelnya.

Atas perbuatannya, polisi mempersangkakan FAC dengan Pasal 81 Ayat (5) juncto Pasal 76D UU No 1/2006 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Lansia ini terancam pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kritik Rencana Pemerintah Buru Harta Karun, Tengku Zulkarnain: Mundur ke Zaman Dinasti Ming

Begini Kondisi Warga NU di Beirut Lebanon Pasca Ledakan Dahsyat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar