Warga dalam Rumah Ini Terancam Tidak Bisa Keluar, Ini Penyebabnya

Fasum di Jalan Gunung Lompo Battang, Kelurahan Pisang, Utara Kecamatan Ujung Pandang menjadi milik pribadi
Fasum di Jalan Gunung Lompo Battang, Kelurahan Pisang, Utara Kecamatan Ujung Pandang menjadi milik pribadi

Terkini.id, Makassar – Fasilitas umum (Fasum) berupa jalan masuk selebar 2 meter ke dalam pemukiman warga berubah menjadi milik pribadi. Warga yang membangun mengaku sudah memiliki sertifikat kepemilikan atas lahan.

“Yang rugi adalah keluarga kami,” kata Paulus Worang, kerabat warga yang memiliki rumah dalam lorong, Selasa 13 November 2018.

Fasum berupa jalan ini terletak di Jalan Gunung Lompo Battang, Kelurahan Pisang, Utara Kecamatan Ujung Pandang.

Warga bernama Magdalena Jayakusli sudah melaporkan pemindahan Fasum ini ke Pemerintah Kota Makassar. Surat keberatan diterima Bagian Umum Sekretariat Kota Makassar, Senin 29 Agustus 2016.

“Tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” kata Magdalena, penghuni rumah di Jalan Gunung Lompo Battang Nomor 7E.

Magdalena Jayakusli menjelaskan status lahan di depan rumahnya kepada wartawan. Selasa 13 November 2018

Magdalena menjelaskan, lorong yang menghubungkan Jalan Gunung Lompo Battang dengan rumahnya sudah ada sejak tahun 1909. Kondisi berubah sejak tanggal 27 Agustus 2016, warga yang tidak diketahui namanya menutup lorong di sebelah kanan rumah Magdalena.

Sebelum penutupan terjadi, Lurah Pisang Utara pernah bertemu Magdalena dan keluarganya. Lurah memberitahu, lorong akan dipindahkan. “Kami tetap keberatan sampai sekarang,” ujarnya.

Magdalena mengaku, dengan pemindahan lorong, akses ke dalam rumahnya terancam hilang. Karena pemilik tanah yang menguasai Fasum leluasa membuat jalan baru dan membangun tembok.

“Jalan masuk ke rumah kami makin sempit dan terancam tidak ada lagi jalan. Karena pemilik tanah sudah bangun tembok,” katanya.

Setelah dikonfirmasi ke Lurah Pisang Utara, pemilik lahan yang sebelumnya adalah Fasum bernama Rudi Cahyadi. Rudi telah memberikan kuasa kepada M Ilyas Muji, untuk menjaga lahan dan memberikan keterangan terkait permasalahan lahan.

Ilyas membenarkan jika jalan yang sebelumnya adalah Fasum sudah jadi milik pribadi. “Sudah bersertifikat,” katanya.

Ilyas mengatakan, sebagai ganti rugi atas perubahan status Fasum, Rudi telah mengeluarkan sebagian tanah dalam sertifikatnya untuk ditukar dengan Fasum. Luas dan panjangnya sama. Semua prosesnya diklaim dilakukan sesuai aturan. Sehingga Badan Pertanahan mau menerbitkan sertifikat hak milik.

Alasannya memindahkan lorong dan menerbitkan sertifikat, ingin membantu warga dalam lorong. Karena warga yang tinggal di dalam tidak punya akses jika lorong tidak dipindahkan.

“Pemilik lahan sudah berbaik hati agar memberikan sebagian tanahnya. Untuk bisa digunakan sebagai jalan masuk,” kata Ilyas.

Lurah Pisang Utara Elyza Mangaweang mengungkapkan, tidak ada yg dirugikan dalam kasus ini. “Karena masih ada jalan yang bisa dilalui warga dalam lorong,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini