Warga Tiongkok yang menyeberang jalan sembarangan bakal diguyur air

Warga Tiongkok yang menyeberang jalan sembarangan bakal di guyur air. (foto/koreaboo.com)

Terkini.id, – Menurut informasi yang dilansir dari Scmp dan BusinessInsider, salah satu kota di China, yakni Daye, Provinsi Hubei Tengah, telah membangun tiang yang menyemprotkan masyarakat yang menyeberang jalan dengan sembarangan dengan kabut air dan berbunyi ”Tolong jangan menyeberang sembarangan, itu berbahaya” setelah seseorang melewati batas alat ini.

Air yang disemprotkan bersuhu 26 derajat Celcius. Tidak hanya itu, alat ini memiliki teknologi kamera dengan facial recognition yang dapat mengetahui identitas pelaku serta menangkap foto pelanggar rambu tersebut dan menampilkan di layar LED pinggir jalan untuk memberikan efek jera melalui rasa malu.

Alat ini juga dapat mengingatkan pejalan kaki dengan mengeluarkan suara “Menyeberang sembarangan itu berbahaya.”

(foto/next.shark.com)

Cara menghukum pelanggar ini berbeda-beda tergantung di kota mana mereka berada. Ada yang menghukum dengan menampilkan foto, nama, dan nomor identitas pelanggar di layar raksasa juga di website pemerintah dan hanya menghilangkannya dari layar setelah membantu petugas lalu lintas selama 20 menit. Ada juga yang hanya mengirimkan SMS kepada para pelanggar.

Alasan utama dibuatnya alat ini adalah untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di negara Tiongkok ini. Menurut WHO (World Health Organisation), negeri tirai bambu ini memiliki lebih dari 260.000 kematian di jalan raya pada tahun 2013.

Menarik untuk Anda:

Dibalik alasan utama itu, ada juga alasan lain, yaitu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan sebagai upaya meningkatkan nilai moral publik.

Walaupun alat ini terlihat sederhana dan sepertinya bukan solusi yang efisien untuk mengurangi orang yang menyeberang sembarangan, ternyata ada konsekuensi yang jauh lebih parah yang pasti akan membuat orang jera.

(foto/medium.com)

Orang yang melanggar berulang kali akan menurunkan skor kredit sosial mereka. Seseorang yang memiliki kredit sosial rendah akan diblokir dari bepergian, sulit untuk melamar pekerjaan, sulit untuk memasukkan anak mereka ke sekolah tertentu, dan bahkan kecepatan internet mereka diperlambat hingga selambat-lambatnya.

Jika alat ini dibuat di Indonesia, menurut anda, apakah masyarakat akan patuh untuk tidak menyeberang sembarangan? Bagikan pendapat anda pada kolom komentar di bawah ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rusia Klaim Negara Pertama Dunia Ciptakan Vaksin Covid-19, WHO: Masih Prakualifikasi

Hadapi Trump, Joe Biden Pilih Wanita Kulit Hitam Kamala Harris Jadi Cawapres

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar