Warkop Sekala Tawarkan Konsep Seni dan Kopi

Terkini.id, Makassar – Kedai kopi di Kota Makassar kerap menjadi arena nongkrong anak muda. Mulai kedai sederhana hingga kafe berbintang satu per satu bermunculan.

Awal bulan maret 2020, sebuah kedai Kopi bernama Sekala resmi buka. Terletak sebuah gang kecil bernama Jalan Perintis Kemerdekaan VII di BTN Asal Mula Blk. B10 No.4, RT.001/RW.04, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Kedai ini juga bisa ditemukan media pencarian seperti Google Maps atau bisa berinteraksi langsung ke akun Instagramnya @Sekalakafe.

Bila pelancong menjejakkan langkah di area Perintis Kemerdekaan. Letaknya, tidak jauh dari kampus Universitas Hasanuddin.

Mungkin Anda menyukai ini:

Namun, kalau tak teliti, kedai Sekala yang terletak di area indekos bisa terlewat. Sebab, muka gang ini dipenuhi kendaraan roda dua yang tengah parkir. Gang tersebut juga bukan jalan lalu-lintas umum.

Owner Kedai Sekala, Bagus WS dan Lutfi mengatakan, kopi yang ditawarkan Sekala berasal Tana Toraja. Kopi ini ditanam pada ketinggian 600-2.200 meter di atas permukaan laut. 

“Ini adalah sebagai bentuk mendukung para petani yang Ada di SulSel sebagai sumbangsih keberpihakan kepada petani dan ikut mendorong ekonomi petani,” kata Bagus, Senin, 4 Januari 2021.

Jenis kopi Sekala digolongkan dalam dua jenis, Arabica dan Robusta yang umumnya, warga Makassar menikmati kopi yang dicampur dengan susu kental manis.

Pengunjung yang datang amat beragam. Mulai dari gamers, anak muda, hingga mahasiswa. Mereka berkumpul dan meramu obrolan dalam satu meja. Sembari meneguk kopi seharga Rp 15.000 yang nikmat.

Selain menikmati kopi Sekala, Kedai Sekala juga menawarkan cemilan pisang goreng. Kerap menjadi tempat diskusi yang membahas isu-isu mutakhir dan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, diskusi buku juga kerap berlangsung.

Tak ketinggalan membicarakan isu-isu terhangat: politik, ekonomi, budaya, hingga gosip selebritis. Kedai Sekala mencitrakan sebuah tempat ngopi yang egaliter: tak membedakan kelas, meleburkan semua status sosial.

Tampil dengan interior sederhana, menjadi makna bahwa Sekala memposisikan sebagai ruang terbuka bagi siapa saja. Dengan kesederhanaan, harapannya  seluruh elemen. Sekala mengusung konsep egalitarian.

“Kita mengakomodir seluruh pengunjung, tak ada kasta, ini perpaduan antara seni dan kopi,” ungkapnya.

Pasalnya, kedai Sekala juga menyediakan ratusan buku yang terpajang di pojok kanan ruangan. Mulai dari buku sastrawan terkemuka semacam Pramoedya Ananta Toer hingga pemikir Tan Malaka. 

Bagus berharap kedai ini bukan sekedar ruang bisnis. Namun, lebih jauh dari itu, dapat menjadi sebuah ruang berkarya, bertemu, bercerita tentang banyak hal dan menjadi ruang kreatif bagi siapa saja. 

Ihwal penamaan Sekala. Bagus menyebut pengunjung kerap mengartikan berasal dari nama anak salah satu artis. Padahal, nama Sekala adalah salah satu kata baku di KBBI adalah; se.ka.la adv; selalu atau sewaktu-waktu. 

“Nama tidak sekadar nama. Ada harap dan cita-cita agar kedai ini selalu ramai, dan sewaktu-waktu menjadi ruang berbagi,” tuturnya.

Pemilik, yang juga seorang penulis, mengelola kedai sekaligus memikirkan ide sebagai bahan baku tulisan. 

“Itu agar tidak hilang ditelan rutinitas,” tutupnya.

Bagikan