Warna Warni Wisata Budaya “Buttatoa” Bantaeng

Wisata
Warna Warni Wisata Budaya “Buttatoa” Bantaeng

Terkini.id – Pesona objek wisata Bantaeng seakan tidak ada habisnya. Selain wisata alam yang menyajikan pemandangan yang begitu indah, juga memiliki wisata budaya yang tak kalah menariknya dengan daerah lain.

Kabupaten Bantaeng adalah merupakan salah satu kabupaten dari 23 kabupaten dan kota yang terdapat di Propinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini membentang dari arah barat ke timur dengan lokasi di pesisir pantai.

Jarak dari arah Kota Makassar sekitar 2 hingga 2,5 jam dengan menggunakan alat transportasi darat, baik mobil maupun motor.

Bantaeng sendiri berbatasan dengan kabupaten Jeneponto dari arah barat, Bulukumba dari arah Timur, Gowa dari arah Utara, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Laut Flores.

Kabupaten Bantaeng memiliki potensi wisata, baik wisata alam, budaya, maupun wisata lainnya. Maka tidak salah lagi apabila di kota yang berjuluk “Buttatoa” ini memiliki warna warni wisata. Terkhusus pada wisata budaya, trdapat beberapa wisata budaya di Kabupaten Bantaeng, antara lain:

Rumah Adat Ball Lompa

Rumah adat Balla Lompoa merupakan kediaman seorang raja pada zaman kerajaan di Butta toa, yakni Karaeng Pawiloi yang memimpin kerajaan Bantaeng, pada Tahun 1912-1947. Salah satunya adalah Balla Lompoa yang terletak di Jalan Bolu, Kampung Lantebung (ilalang), Kulurahan Letta, kecamatan Bantaeng.

Rumah adat yang satu ini berbentuk rumah panggung yang terdiri dari bangunan induk dan bangunan tambahan samping sebagai serambi.

Bubungan atapnya berbentuk segitiga dan terdapat anjungan berbentuk kepala naga pada bagian depan dan ekor naga pada bagian belakang yang terbuat dari kayu.

Pada Balla Lompoa (rumah besar) ini berbagai acara adat diselenggarakan dan juga sebagai tempat penyimpanan sejumlah benda pusaka.

Makam Raja-Raja La Tenri Ruwa

Makam raja-raja La Tenri Ruwa merupakan kompleks makam yang terletak di tengah Kota Bantaeng, tepatnya di Jalan Pemuda Lingkungan Lembang Cina, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Lokasi makam tersebut berjarak sekitar 130 kilometer dari arah Kota Makassar.

Beberapa keunikan yang dimiliki atas makam yang satu ini, karena pada daerah pemakaman tersebut bukan lagi menjadi hal mistis bagi kalangan anak-anak.

Dalam makam La Tenri Ruwa ada banyak pemandangan menarik yang dapat dinikmati para pengunjungnya. Bahkan di sini terdapat taman, jalan setapak, kolam, kursi taman dan ruang istrahat yang pastinya turut menambah keelokan makam dari Raja Bone ke-11.

Raja Bone ke-11 merupakan raja yang pertama kali menerima ajakan dari Raja Gowa ke-14 I Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin untuk memeluk Agama Islam.

Makam La Tenri Ruwa sangat melegenda dan begitu dikenang di Bantaeng, Karena La Tenri Ruwa memilih tinggal di Bantaeng setelah merasa terkucilkan di tanah kelahirannya Bone. Namanya pun bahkan dipatenkan menjadi maskot di pekuburan para bangsawan di Bantaeng.

Mesjid Tua Lompong

Mesjid Tua Lompong merupakan mesjid kuno yang memiliki atap tumpang tiga dan menjadi salah satu objek yang dikunjungi wisatawan.

Lokasinya berada jalan poros Bantaeng-Makassar, tepatnya di Jalan Bolu, Kelurahan Letta, kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Perwajahan dari mesjid yang menempati areal tanah wakaf seluas 857 meter persegi ini memiliki atap bentuk tumpang tiga.

Bangunan induknya terdiri dari penampil dan tubuh masjid. Dinding masjid di bagian utara, selatan, dan barat terbuat dari tembok yang mampunyai ventilasi udara dan roster porselin berwarna hijau. Dinding masjid di bagian Timur terdiri dan empat pilar dengan arsitek Eropa.

Pada puncak masjid terdapat mustak yang terbuat dari keramik masa dinasti Ming. Di dalam halaman sebelah timur masjid terdapat dua buah gapura pintu masuk yang berbentuk setengah lingkaran.

Lalu di sebelah kiri dan kanan gapura terdapat dua buah kolam yang dapat difungsikan sebagai tempat berwudhu.

Gua Batu Ejayya

Gua Batu Ejayya terletak di Keluruhan Bontojaya, Kecamatan Bissappu. Lokasinya berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Bantaeng dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 45 menit. Cukup mudah menjangkau tempat ini dan jalan aksesnya relatif bagus untuk segala jenis kenderaan.

Meski sedikit berbatu, pemandangan selama perjalanan terbilang indah. Pengunjung disuguhi pemandangan pohon kapuk randu besar yang berjejer.

Objek wisata Gua Batu Ejayya tergolong unik dan langka. Gua ini dikelilingi bebatuan karst. Bahkan berbagai cerita yang berkembang mengatakan kalau tempat ini merupakan rumah pertama pribumi Bantaeng.

Banyak keunikan saat mengeksplorasi setiap sudut gua. Salah satunya dua gambar telapak tangan dan beberapa kerang serta sejumlah artefak purbakala.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Travel

Tempat Wisata Bogor yang Mengasyikkan

Terkini.id, Bogor - Bogor dan sekitarnya memang memiliki pesona tempat wisata tersendiri, apalagi jika itu berkaitan dengan kawasan puncak. Kawasan tersebut seringkali dijadikan sebagai