Masuk

Wasekjen Demokrat: Saran Saya kepada Partai-Partai Lain, Hati-Hati kepada Keluarga Ini!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat menyarankan kepada partai-partai lain untuk berhati-hati dengan “keluarga ini”.

Jansen mengimbau partai-partai lain untuk tak memberi rekomendasi kepada keluarga itu karena ujungnya keluarga tersebut akan menggugat.

Pasalnya, menurut Jansen, keluarga itu pernah menggunakan rekomendasi dari Partai Demokrat yang ditandatangani Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga: Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Jansen Sitindaon Ajukan Diri Sebagai Pihak Terkait ke MK Lewat BHPP Partai Demokrat

Namun, kini pihak dari keluarga tersebut justru mempersoalkan produk kongres yang memilih AHY.

“Beberapa bulan lalu mengakui bahkan menggunakan rekom Parati Demokrat yang ditandatangani AHY. Hari ini malah mempersoalkan produk kongres yang memilih AHY,” kata Jansen melalui akun Twitternya pada Senin, 27 September 2021.

“Saran saya kepada partai-partai lain: hati-hati kepada keluarga ini. Jangan lagi pernah memberi rekom kepada mereka. Nanti ujungnya kalian digugat lagi! Salam,” sambungnya.

Baca Juga: Mahfud MD Ngaku ‘Nyerah’ Ditantang Debat Jumhur Hidayat: Mohon Maaf!

Jansen tak menyebutkan secara gambalang soal siapa keluarga yang ia maksudkan.

Namun, belakangan ini, ia dan para pengurus Partai Demokrat lainnya melancarkan kritikan kepada advokat kondang dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Jansen dkk mengkritik langkah Yusril yang mendampingi empat mantan kader Partai Demokrat (PD) mengajukan Judicial Review terhadap AD/ART PD 2020 ke Mahkamah Agung (MA).

Salah satu bentuk sindiran yang mereka lontarkan adalah mengungkit bahwa Partai Demokrat mendukung anak Yusril, Yuri Kemal di Pilkada Belitung Timur Desember 2020.

Baca Juga: Yusril Sebut Prabowo Berpotensi Menangkan Pilpres 2024 Jika Didampingi Jokowi Sebagai Cawapres

Sindiran itu sempat dibalas Yusril dengan mengungkit bahwa tanpa dukungannya dulu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak tak akan menjadi presiden.