Waspada Kanker Leher Rahim, Kanker Pembunuh Nomor 1 di Indonesia

Kanker Rahim
Ilustrasi Kanker Leher Rahim

Terkini.id – Sesungguhnya kanker itu jauh lebih berbahaya dari virus H1N1 (flu babi) yang sedang nge-tren saat ini. Di kawasan Asia Pasifik, setiap 4 menit ada seorang wanita yang meninggal karena Kanker Leher Rahim (KLR).

Dr Efendi lukas Sp OG (K) mengungkapkan bahwa Kanker Leher Rahim merupakan kanker nomor tiga terbanyak di seluruh dunia dan menempati peringkat pertama di Indonesia.

“Di kawasan Asia Pasifik, setiap 4 menit ada seorang wanita meninggal karena KLR, dan di Indonesia setiap 1 jam satu wanita meninggal karena kanker serviks,” ungkapnya.

Kanker Leher Rahim adalah penyakit ganas yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina). Penyebab belum diketahui secara pasti, tetapi 95% kasus ditemukan HPV (Human Pappiloma Virus) positif.

Sumber penularan utama (75%) adalah hubungan seksual. HPV mulai menyerang adanya kematangan seksual, mulai anak umur 9 tahun hingga lansia umur 70 tahun. Artinya, begitu ada kontak seksual, sangat mungkin selama hidup seorang wanita berada dalam ancaman HPV.

Kanker
Kanker Leher Rahim

Gejalah pada tahap para kanker (dini) biasanya hanya berupa keputihan yang tidak khas. Pada tahap selanjutnya, dapat ditemukan gejala seperti perdarahan sesudah senggama, keputihan/cairan encer berbau, pendarahan diluar siklus haid, pendarahan sesudah monopause dan nyeri daerah panggul.

Faktor resiko penyebab Kanker Leher Rahim antara lain menikah atau melakukan hubungan pada usia muda (<17 tahun), sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang berganti-ganti pasangan, penyakit menular seksual (PMS), imunitasi menurun, HIV, pemakaian obat kortikosteroid jangka panjang, dan wanita perokok.

Hingga saat ini deteksi dini kanker akan sangat membantu keberhasilan terapi kanker, termasuk pada kanker serviks ini. Salah satu deteksi dini yang telah dipakai lebih dari 60 tahun adalah pap smear test.

Sejak seorang wanita telah aktif secara seksual, maka segara melakuka test ini. Dokter akan mengambil sel di serviks dengan menggunakan speculum dan membuka serviks  dan spatula untuk mengambil apus serviks.

Untuk memperoleh hasil penarikan yang memuaskan, harus dilakukan sekitar 1-2 minggu setelah menstruasi selesai.

Kanker
Ilustrasi gejala Kanker Leher Rahim

Pencegahan

Tidak pada semua jenis kanker dapat dilakukan tindakan pencegahan yang berarti. Namun dalam kanker serviks ini, adanya vaksinasi akan mampu menurunkan resiko terjadinya kanker ini 50%.

Sejak tahun 1991 telah dilakukan penelitian sekitar 20 jenis vaksin untuk kanker serviks. Salah satu sudah lulus klinikal trial/uji klinik adalah gardasil. Vaksin ini mampu menurunkan lebih dari 75% kasus kanker serviks.

Artikel ini terlah terbit di Majalah Makassar Terkini edisi 74 September 2009

Berita Terkait
Komentar
Terkini