Waspada! Kenali Risiko Keracunan Kandungan pada Ibu Hamil

Tekini.id, Jakarta – Waspada! Kenali risiko keracunan kandungan pada ibu hamil. Keracunan kandungan atau dalam bahasa ilmiahnya disebut preeklampsia adalah suatu kondisi terjadi peningkatan tekanan darah disertaiadanya protein dalam urine. Kondisi tersebut diklaim terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Kendati penyebabnya belum diketahui secara pasti, akan tetapi kondisi itu bisa juga disebabkan kelainan perkembangan dan fungsi plasenta, yaitu organ yang berfungsi menyalurkan darah dan nutrisi untuk janin.

Seperti dilansir dari healthline, via kontan.co.id, Minggu 18 Juli 2021, frekuensi kejadian preeklamsia di Indonesia sekitar tiga persen hingga 10 persen dari semua jumlah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita preeklamsia.

Baca Juga: Ketahui Penyajian Sayur Brokoli, Terbukti Dapat Turunkan Gula Darah Loh!

Dilansir dari Parent University, mengenali risiko preeklampsia atau keracuanan kandungan pada ibu hamil dengan mengetahui gejala-gejalanya sebagai berikut:

1). Gangguan penglihatan atau mata kabur

Baca Juga: Geger Video Pasangan Gancet, Ternyata Ada Penjelasan Medis dan Ilmiahnya...

2). Edema atau pembengkakan pada wajah, tangan dan kaki

3). Jumlah urine berkurang

4). Sesak napas

Baca Juga: Geger Video Pasangan Gancet, Ternyata Ada Penjelasan Medis dan Ilmiahnya...

5). Nyeri perut

6). Sakit kepala

7). Rasa nyeri tepat di bawah rusuk

Berdasarkan data dari penelitian Erna Suparman dalam Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 4, Nomor 1, Januari-Juni 2016, menyebutkan di Indonesia Maternal Mortality Ratio (MMR) periode 2008 hingga 2012 sebesar 359 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

Frekuensi kejadian preeklamsia di Indonesia sekitar tiga hingga 10 persen dari semua jumlah kehamilan. Melihat angka yang tinggi tersebut, kenali risiko preeklampsia atau keracuanan kandungan pada ibu hamil, dengan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan itu terjadi, diantaranya:

1). Memiliki keluarga (saudara atau ibu) yang pernah mengalami preeklamsia

2). Obesitas

3). Pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya

4.) Menderita penyakit tertentu seperti hipertensi, penyakit ginjal, lupus, diabetes

5). Mengandung bayi kembar

6). Hamil di atas usia 40 tahun atau di bawah 20 tahun

Oleh sebab itu, jangan dianggap remeh. Wajib melakukan cek kesehatan secara rutin dan cepat lakukan konsultasi kepada dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Bagikan