Waspada Predator Seks, LPSK Kecam Kekerasan Seksual Terhadap Kaum Difabel

Terkini.id, Makassar – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengecam keras tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan difabel di bawah umur yang dilakukan tiga pria di Kota Makassar. 

Menurut data yang dimiliki LPSK, beberapa kasus kekerasan seksual di Sulawesi Selatan kerap menarget kaum difabel dan dilakukan secara beramai-ramai.

“Kami menemukan kasus korban disabilitas rungu-wicara diperkosa beramai-ramai (gang rape) di Soppeng dan Makassar. Ada juga disabilitas rungu-wicara yang diperkosa tetangganya sampai hamil dan melahirkan di Makassar, ada juga korban anak disekap dan diperkosa berhari-hari di Enrekang,” kata Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar, Rabu, 27 Januari 2021.

Livia juga mengingatkan, soal berbahayanya predator kekerasan seksual yang melakukan aksinya di dunia maya.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Mereka perlu diwaspadai mengingat pada masa pandemi banyak aktivitas anak yang dibatasi untuk keluar rumah, orang tua perlu mengawasi ketat aktivitas anaknya dalam menggunakan internet,” kata Livia.

Baca Juga: Respons Balapan Liar, Danny Pomanto Rancang Pembuatan Sirkuit di Parangtambung

Menurutnya, pihaknya lega lantaran keluarga korban bersedia untuk mengajukan perlindungan kepada LPSK.

“Selanjutnya kami akan langsung telaah permohonan perlindungannya,” ungkapnya.

Livia mengatakan, sebelumnya LPSK telah melakukan tindakan proaktif kepada korban dengan menyambangi kediamannya untuk menawarkan perlindungan. 

Baca Juga: Danny Pomanto Siapkan Rp370 M Tangani Covid-19

Dalam pertemuan dengan keluarga korban, Livia mengatakan korban membutuhkan perlindungan ekstra, dan sangat membutuhkan pendampingan, dalam menjalani proses hukum ke depan. 

Livia menyatakan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas perlu mendapatkan atensi khusus dari seluruh pihak. 

Livia mengatakan, pihaknya terus menyoroti perkara-perkara tersebut. 

LPSK, kata Livia, hingga saat ini sedang memberikan perlindungan kepada sebanyak 14 korban tindak pidana, dengan status penyandang disabilitas selama tahun 2020-2021. 

“Sebagian besar dari mereka yang kami lindungi merupakan korban kekerasan seksual,” terangnya.

Sebelumnya, Unit Jatanras Polrestabes Makassar menangkap dua pria berinisial WR (17) dan GU usai memerkosa penyintas disabilitas yang masih di bawah umur di Kota Makassar.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus menyebut bahwa kedua pelaku tersebut ditangkap di Jalan Muhammad Yamin, Kecamatan Makassar, Selasa, 19 Januari 2021, malam.

Tak hanya memerkosa, pelaku juga memeras orang tua korban dengan cara mengancam menyebarkan video pemerkosaan tersebut.

Bagikan