Waspada, Stress dapat meningkatkan resiko penyakit Jantung Koroner

Stress

Terkini.id, – Belakangan ini kita sering mendengar orang meninggal dunia secara tiba – tiba di usia produktif. Ketika ditanya penyebabnya terkena penyakit jantung mendadak.

Kaget pasti kalau mendengar berita orang yang dikenal baik, tidak pernah sakit, tidak merokok dan anti rokok, rajin olah raga, selalu menjaga pola makan dengan baik, tiba – tiba meninggal dunia karena terkena serangan jantung mendadak.

Tidak percaya itu yang pasti muncul dibenak kita. Kok bisa, apa yang salah ?
Jawabannya karena Stress

Ya, stress karena tekanan pekerjaan atau pikiran ternyata meningkatkan resiko terhadap penyakit jantung koroner.

Hubungan apa antara Stress dan penyakit Jantung Koroner ?

Berdasarkan penelitian National Institute of Mental Health(NIMH) penderita jantung rentan untuk stress dan penderita stress cenderung berpotensi memiliki penyakit jantung.

Fakta mengenai Stress atau Depresi

Stress atau depresi adalah suatu kondisi medis yang secara serius dapat mempengaruhi emosi dan pikiran serta kemampuan mereka dalam melakukan kegiatan sehari – hari.

Penyebab stress seringkali ditimbulkan karena fungsi otak yang abnormal akibat kurangnya Serotonins atau bahan kimia dalam otak yang mempengaruhi suasana hati. Penyebab lainnya bisa jadi karena riwayat keluarga, tingginya tingkat tekanan dan pengaruh obat.

Gejala umum kondisi orang yang stress
– Perasaan sedih yang terus menerus, putus asa, rasa bersalah, pesimis
– Tidak mau melakukan kegiatan fisik atau hobi yang dulunya terasa menyenangkan
– Kelelahan dan kurang energi
– Kesulitan berkonsentrasi dalam mengingat sesuatu atau keputusan
– Insomnia atau tidur berlebihan
– Perubahan nafsu makan, kehilangan nafsu makan atau nafsu makan bertambah
– Memikirkan tentang kematian dan keinginan bunuh diri
– Gelisah dan gampang marah

Baca :Permen karet bantu atasi stress, turunkan berat badan dan singkirkan bakteri

Fakta mengenai Penyakit Jantung

Penyakit Jantung disebabkan karena menyempitnya/tersumbatnya arteri yang menjadi tempat darah untuk melewati ketika membawa oksigen dan nutrisi yang konstan. Jika arteri ini menyempit atau tersumbat, jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.

Inilah yang menimbulkan rasa sakit pada dada atau lengan kiri dan bahu yang disebut Angina Pektoris (angin duduk).
Ketika pasokan darah sama sekali berhenti, hasilnya adalah serangan jantung.
Dalam beberapa kasus, penyakit jantung tidak menimbulkan gejala apapun hingga timbulnya serangan jantung.

Gejala umum dari penyakit jantung
– Sakit di dada dan sesak napas.
– Perasaan sesak, berat atau terbakar di daerah dada biasanya di belakang tulang dada.
– Nyeri atau kaku pada leher, rahang atau lengan.

Penyebab penyakit jantung antara lain tingginya tingkat kolesterol, tekanan darah tinggi, obesitas, faktor keturunan dan merokok.

Dalam hal ini Anda bisa mengontrol beberapa faktor dengan berolahraga secara teratur, mengatur pola makan yang sehat dan tidak merokok.

Penyakit jantung juga bisa diatasi dengan pengobatan dan untuk beberapa kasus melalui pembedahan untuk melancarkan arteri yang tersumbat.

Baca :Hati – hati, 5 hal ini penyebab impotensi usia muda

Hubungan Antara Penyakit Jantung dan Stress

Ada banyak hubungan antara dua penyakit tersebut. Antara satu dengan lainnya bisa saling berkontribusi terhadap perkembangan satu sama lainnya, juga saling mengganggu pengobatannya.

Pengaruh dari Stress terhadap penyakit Jantung

1. Stress dapat mempengaruhi irama jantung, meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gumpalan darah dan menyebabkan peningkatan tekanan hormon secara kronis. Menurut American Heart Association, ditemukan bahwa stress bisa menyebabkan orang menjadi kurang memperhatikan nutrisi dan kesehatan secara keseluruhan.

2. Sress sering terlihat pada orang-orang yang pernah terkena serangan jantung atau yang pernah menjalani Cardiopulmonary Bypass Surgery (pengalihan fungsi jantung dan paru-paru selama operasi). Data dari NIMH menunjukan bahwa 1 dari 3 orang yang selamat dari serangan jantung pernah bertarung dengan stress selama masa pemulihan.

3. Stress akan membuat orang yang mengidap penyakit jantung jadi lebih sulit untuk menjalankan pengobatannya dan mematuhi pola makan sesuai resep dokter dan olahraga rutin. Hasilnya, orang yang mengidap stress sekaligus penyakit jantung akan diprediksi lebih lama sembuh (data dari Cleveland Clinic Journal of Medicine). Selain itu orang dengan penyakit jantung cenderung lebih negatif terhadap prediksi tersebut, yang mana akan memperburuk stress nya juga.

Baca :Stres salah satu pemicu penyakit maag

4. Penyakit jantung dan stress adalah penyakit yang serius. Untungnya, dua penyakit tersebut seringkali dapat dikendalikan melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Setelah memahami dan mengerti bahwa Stress sangatlah berpengaruh terhadap kinerja Jantung maka beberapa hal ini bisa Anda lakukan :

– Jauhkan pikiran dan perasaan dari Stress, jalani hidup dengan enjoy dan jauhi hal – hal yang membuat Stress melanda.
– Berliburlah dan bersenang – senang jika sebelumnya Anda terlalu lelah mengerjakan pekerjaan kantor yang rumit
– Lakukan pekerjaan step by step, fokuslah, berhentilah ketika Anda lelah.
– Jangan banyak memikirkan hal – hal yang terlampau tinggi untuk dipikirkanC
– Perbanyak bersyukur dan belajar berbagi dengan orang lain
– Berpikir positif dan bergaulah dengan orang – orang yang positif
– Lakukan kegiatan yang menyenangkan setiap hari
– Berolahraga dan lakukan kegiatan fisik secara rutin setiap hari
– Jangan bersungut – sungut dan menyalahkan orang lain
– Terima diri sendiri dengan syukur dan jangan berpikir menjadi orang lain
– Cintai diri sendiri dan kasihi orang lain
– Berdoalah / sembayanglah serahkan segala kekuatiran kepada Tuhan yang maha kuasa

Semoga bermanfaat !

Dikutip dari berbagai sumber Quaker.co.id