Waspadai Gangguan Irama Jantung

Waspadai Irama Jantung Anda. Source : medicalnewstoday.com

Terkini.id, – Pernah alami jantung berdebar? Biasanya jantung kita berdebar-debar jika ada sesuatu terjadi di luar kontrol kita atau kita sedang gugup. Tapi, bukan jantung berdebar seperti ini yang dibahas, melainkan serangan jantung yang yang disebut-sebut sebagai pembunuh utama di dunia.

Seringkali orang menganggap enteng bila jantungnya berdebar, sebab mereka tidak begitu memperhatikan kecepatan denyut jantung normal mereka. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut, jantung berdebar bisa berakibat fatal.

Penyebab Jantung Berdebar
Lamanya seseorang mengalami jantung berdebar berbeda-beda atau denyut jantung tidak teratur (palpitasi). Ada yang mengalaminya hanya beberapa menit. Ada juga yang sampai berjam-jam hingga berhari-hari. Denyut jantung normal pada saat istirahat berkisar antara 60-100 kali per menit. Para atlet yang sangat terlatih memiliki denyut jantung istirahat 30-40 per menit dan mereka yang kurang berolahraga memiliki denyut jantung 80 per menit. Denyut jantung rata-rata adalah 70 per menit.

Jantung berdebar umumnya berlangsung hanya beberapa menit, namun dalam beberapa kasus bisa berjam-jam atau berhari-hari. Beberapa orang mengalami palpitasi beberapa kali sehari, yang lainnya mungkin hanya sesekali. Jantung berdebar juga dapat disebabkan oleh gangguan irama jantung di salah satu bilik jantung. Kebocoran katup jantung dan penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan jantung berdebar lebih cepat.

Selain itu, anemia juga dapat menyebabkan jantung berdebar karena tidak ada sel darah merah yang cukup untuk memasok oksigen ke otot jantung. Faktor penyebab jantung berdebar lainnya yaitu kekurangan magnesium dan kalium, mengonsumsi junk food berlebihan, merokok, minum minuman beralkohol, serta konsumsi obat.

Jantung berdebar juga dapat disebabkan kelebihan hormone thyroid yang banyak dialami wanita hamil. Stres atau pengaruh emosi pun dapat menyebabkan jantung berdebar makin tak terkendali. Komplikasi lain dari jantung berdebar diantaranya pingsan dan stroke. Saat jantung Anda berdebar begitu kuat, tekanan darah dapat mendadak drop, lalu menyebabkan pingsan. Stroke dapat terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otak karena ketidaknormalan denyut jantung.

Pencegahan dan Pengobatan
Jika Anda mengalami jantung berdebar, Anda dapat melakukan relaksasi sendiri. Hal yang utama adalah mencoba menenangkan diri dan jangan panik. Berhentilah sejenak dari kegiatan Anda, tarik napas dalam-dalam, lalu berjalan kaki perlahan-lahan. Jika Anda stres, usahakan untuk menguranginya dan jalani hidup dengan enjoy.

Asupan kafein juga perlu Anda kurangi untuk mencegah jantung berdebar terjadi lagi. Selain itu, berhenti merokok dan minum alkohol, kurangi asupan kafein dan berhati hati terhadap makanan sensitif dan hindari pengawet dan pewarna makanan bila memungkinkan.

Gantilah obat Anda yang mungkin menimbulkan palpitasi serta pastikan Anda cukup magnesium. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan denyut jantung lebih cepat. Magnesium bisa diperoleh dalam sayuran berdaun hijau tua, ikan, kacang-kacangan, biji, pisang, apel, dan susu dan produk gandum.

Pastikan pula keseimbangan natrium dan kalium. Kedua mineral ini berperan penting dalam transmisi impuls saraf yang tepat pada otot, termasuk otot jantung. Terlalu banyak mineral yang satu menyebabkan kekurangan yang lain, sehingga orang yang makan banyak garam lebih berisiko terkena jantung berdebar-debar.

Orang biasanya mendapatkan lebih dari cukup natrium (dalam bentuk garam) melalui makanan. Oleh karena itu, yang lebih penting adalah memastikan kecukupan kalium. Kalium terdapat pada buah-buahan seperti jeruk dan pisang, biji bunga matahari, sereal, roti dan kentang.

Satu hal yang penting juga adalah perbanyak makan bawang putih sebab bumbu masakan ini diyakini dapat membantu memperkuat jantung dan pembuluh darah.

Berita Terkait