Website KPU Ditangani Pusat, KPU Makassar Laporkan Bukti-bukti C-1

uslimin
Uslimin

Perbedaan Suara di Situs KPU Tidak Mempengaruhi Perhitungan Resmi

Terkini.id, Makassar – Kisruh dugaan manipulasi data C-1 Pilkada Makassar pada situs kpu.go.id, sedang diselesaikan KPU bersama Bawaslu.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Divisi Humas dan Data Informasi, Uslimin, menjelaskan, adanya upaya pelaku yang meretas situs real count KPU, saat ini menjadi urusan kantor KPU RI.

Seperti diketahui, sebelumnya ditemukan belasan TPS di Makassar, yang memiliki data rekapitulasi berbeda dengan yang terinput di situs real count KPU, atau Sistem Informasi Penghitungan (Situng).

Menurut Versi Situng KPU yang dilaporkan tersebut, perolehan suara paslon tunggal, Appi-Cicu unggul telak melawan kolom kosong di sejumlah TPS. Tetapi berdasarkan rekap C1 di lokasi, kolom kosong menang.

Bahkan, dilaporkan, perolehan suara kolom kosong di aplikasi Situng KPU berkurang hingga sekitar 10.000 suara dibandingkan perhitungan resmi di TPS.

Baca juga: Ditemukan Perbedaan Rekap C1 dan Quick Count KPU, Suara Appi-Cicu-Beda Jauh

“Peretasan situs Situng itu tentu ke sumbernya, yakni di KPU RI. Yang lakukan koordinasi dengan kepolisian adalah KPU RI,” terang Uslimin kepada terkini.id, Sabtu 1 Juli 2018.

Koordinasi Bawaslu

Menurut Uslimin, pihaknya di tingkat provinsi saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi, saat ditemukan ada data dari TPS di Bontoduri yang diupload ke Situng, dan diduga berbeda dengan hasil penghitungan di TPS.

“Oleh Bawaslu, kami disarankan untuk melaporkan dan mendampingi Ketua PPS Bontoduri ke Panwaslu Kota,” terang dia.

Pelaporan itu dilakukan setelah Ketua PPS Bontoduri datang membawa bukti rekap suara C-1 di sejumlah TPS se-wilayah Bontoduri yang tidak bersesuaian dengan yang ditayangkan di situs Situng.

“Data tersebut yang diserahkan ke tim IT KPU Makassar oleh pihak PPK,” tambahnya.

Situng KPU Tidak Mempengaruhi Perolehan Resmi

Uslimin menjelaskan, hasil rekap dalam Situng KPU merupakan hasil upload Scan C1 mulai dari kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.

Situng merupakan wujud transparansi dan upaya untuk menjaga akuntabilitas proses dan hasil pilkada.

Sehingga, fungsi Situng cuma dua, yakni fungsi informasi atas hasil perolehan suara secara cepat karena diupayakan selesai dalam waktu 1X24 jam, bergantung jumlah TPS dan kondisi geografis. Kedua, fungsi transparansi.

Hasil yang salah dalam Situng cuma membuat ribut saja, dan tidak mempengaruhi perolehan suara. Karena proses perhitungan yang diakui adalah yang sedang dilakukan secara manual di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Hasil Pilkada yang resmi bukan yang ditayangkan di aplikasi Situng, melainkan yang dihitung dan direkap secara manual dan berjenjang di tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota dan propinsi yang selalu dihadiri pengawas pemilu dan saksi paslon serta sifatnya terbuka untuk umum,” tegasnya.

Komentar

Rekomendasi

Danny Pomanto Perkenalkan Skuter Elektrik Untuk RT/RW

Danny Pomanto Tegaskan Maju Jalur Partai di Pilwali Makassar 2020

Undang Semua Parpol di Musyawarah Rakyat, Danny Pomanto: Kita Mau Tunjukkan

Viral, Jenazah di Bulukumba Dibawa Pakai Motor, Begini Kronologi Ceritanya

RMS: Saya akan Paketkan Danny-None di Pilwali Makassar

Usungan PAN Mengarah ke Adnan-Kio di Pilkada Gowa, Prof Akbar Silo di Selayar

Ratusan Pelajar Susur Sungai, 4 Orang Dikabarkan Meninggal Terbawa Arus

Mencuat Danny Pomanto-Thita SYL Setelah Keluar Rekomendasi NasDem

Mendaftar di PPP, Appi Mengaku Memiliki Kesamaan Visi-Misi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar