Dua Sisi Facebook

PEMUDA Mark Zuckerberg adalah pencipta ‘Facebook’ yang pasti sudah menikmati manisnya hasil ciptaannya.

Dia menjadi kaya-raya. ‘Zuckerberg berarti “gunung gula” dalam bahasa Jerman. Laris-manis.

Menurut Zuckerberg, misi ‘Facebook’ adalah: dimampukannya masyarakat dunia untuk saling mendekati sebagai sebuah komunitas.

Acungan jempol untuk misinya tersebut. Apa hasil pembelajarannya?

Pertama, Zuckerberg sendiri tidak mengantisipasi bahwa data pribadi para pengguna FB bocor, digunakan oleh pihak ketiga secara tidak bertanggung-jawab.

Ini sebuah risiko yang tidak diantisipasi, dan siap ditanggungnya.

Sekali lagi, acungan jempol untuk itu. Apakah ia mampu merahasiakan data pribadi para pengguna FB, itu soal lain.

Para pengguna FB sendiri sudah mengalami dan dapat memberikan kesaksian tentang keuntungan dan kerugian yang dialaminya.
Ada yang senang menikmati jaringan pertemanan yang luas; ada yang kecewa dan membatasi jumlah teman; ada yang bermusuhan; ada yang putuskan hubungan, atau bahkan mengundurkan diri.

Satu hal yang rasanya pasti ialah: pertemanan di dunia maya FB tidak dapat menggantikan hubungan tatap-muka antar-manusia yang akrab dan hangat, di dunia nyata, sumber kebahagiaannya yang sejati.

Mungkin saja ada pengguna FB yang sudah kehilangan sumber kebahagiaan tersebut. Sebuah risiko! Sebuah sumber pembelajaran baru!

Renungan: Setiap pengalaman, yang baik maupun buruk, adalah sumber pembelajaran untuk menyongsong masa depan yang lebih bermakna.

Berita Terkait
Komentar
Terkini