Wiranto dan Pelaku Penikam yang Terpapar Radikal

Wiranto
Pelaku menusuk Menko Polhukam Wiranto. (Foto: ist)

Di WA group teman teman pengusaha, saya membaca tulisan tentang penusukan Pak Wiranto.

Begitu hebatnya tulisan itu yang memastikan bahwa penusukan itu hanyalah drama yang sudah di setting dari awal. Tulisan ini di share dari grup WA tetangga.

Tetapi, tahukah anda bahwa 100% anggota group WA kami yang baca tulisan itu tertawa.

Memberikan emoticon “tertawa”. Ada yang terkesan bijak menjawab postingan itu “Masalah kita bukan hanya teroris tetapi krisis orang waras.
“Wiranto sebagai target kaum radikal bukanlah tanpa sebab. Selama Pak Wiranto sebagai Menko Polhukam, jumlah teroris yang ditangkap paling banyak, bahkan lebih banyak dari 10 tahun kekuasaan SBY.

Di era Wiranto sebagai Menko Polhukamlah HTI dibubarkan lewat Perppu Ormas. Padahal 10 tahun SBY berkuasa tidak bisa membubarkan HTI.
Di era Pak Wiranto sebagai Menko Polhukam-lah UU Ormas sangat tajam dan keras terhadap Ormas yang anti Pancasila.

Menarik untuk Anda:

Dari video kita bisa lihat kecepatan aparat dengan berjibaku untuk melindungi Pak Wiranto. Dari sejak kejadian di tempat lokasi. Memberikan pertolongan pertama, menutup luka dengan perban.

Membawa ke rumah sakit Pandeglang, langsung di terbangkan dengan Helikopter ke Jakarta. Proses nya cepat sekali.

Apakah aparat lalai dan kecolongan? Area dalam alun-alun Menes telah dijadikan lokasi steril yang tidak boleh dimasuki masyarakat.

Awalnya, kedua pelaku, SA dan FA, berada di wilayah tersebut dan kemudian mendapat teguran polisi karena masuk ke area steril.

Kedua pelaku kemudian membaur bersama warga yang ingin salaman dengan Pak Wiranto. Secara SOP sudah benar.

Tapi ini aksi teroris terencana dengan baik. Walau SA sudah masuk daftar BIN sejak tiga bulan lalu, namun pelaku orang yang tidak bersosialisasi. Mereka menutup dirinya dari dunia luar, seperti lonewolf. Jadi sulit untuk mendeteksi secara dini.

Sebelum kejadian itu, pelaku wanita, mengenakan pakaian muslimah warna hitam dengan masker wajah. Pria berpakaian sederhana.

Kan enggak mungkin dicurigai wanita berpakaian mulismah dan pria pakai celana cingkrang. Dan lagi mereka berada di luar area steril. Mereka ada di belakang mobil pak Wiranto yang di parkir. Pak wiranto keluar dari mobil, aksi itu dilakukan.

Pak Wiranto sendiri tidak menduga serangan itu terjadi. Cepat sekali. Dari video kita bisa lihat, setelah ditusuk Pak Wiranto tersungkur ke depan sekitar 1 meter. Kalau dia tidak terluka parah tidak mungkin terjatuh.

Sahabat saya menjawab share tulisan di WA group kami, “ Pak Wiranto itu Jenderal bintang 4, yang dia dapat tidak melalui hadiah tetapi melalui jenjang karir yang ketat. Kalau bicara smart, dia jelas lebih smart dari Prabowo yang terjungkal paska reformasi.

Artinya kemampuan analisis inteligent nya sangat kuat.

Kemampuan komandonya sangat baik. Jadi enggak mungkin dia akan me-setting penusukan terhadap dirinya untuk mencapai tujuan tertentu.
Apalagi kejadian itu di hadapan banyak orang awam sebagai saksi penusukan.

Kehebatan inflitrasi informasi lewat sosial media memang sukses menciptakan banyak orang menjadi lemah analistis logikannya dan engga waras berjamaah. Mengapa? karena pelaku teroris informasi mampu menanamkan road block kepada orang banyak untuk menolak fakta dan terjebak dengan fantasi kebenaran yang dijejalkan untuk jadi bigot.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketauladanan Ibrahim AS- 02

Money Politik, Diantara Larangan dan “Kebutuhan” Warga

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar