Wisata religi di Masjid Syura, seperti beribadah di tanah suci Mekkah

Miniatur Kakbah di bagian dalam Masjid Syura, salah satu bagian yang menjadi daya tarik dari masjid ini. / Andini

TERKINI.id, MAKASSAR – Wisata religi di Masjid Syura, seperti beribadah di tanah suci Mekkah. Lantunan ayat-ayat suci mulai terdengar dari speaker di sudut-sudut ruang masjid itu. Pertanda sebentar lagi akan memasuki waktu salat zuhur.

Satu per satu jemaah pria mengambil barisan di atas sajadah hijau yang membentang. Sembari menanti azan zuhur berkumandang, beberapa jemaah terlihat duduk bersila dengan membaca Alquran.

Jemaah tampak larut menjalankan ibadahnya dalam masjid yang terletak di Jalan Arif Hakim, Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo ini. Masyid Syura, sebuah masjid dengan desain interior mewah dan sejumlah fasilitas yang mampu membuat jamaah merasa nyaman beribadah.

Memasuki Masjid Syura, jemaah akan disambut miniatur kakbah dalam masjid tersebut. Kabarnya, bangunan kakbah itu mampu membawa jemaah seperti beribadah di tanah suci Mekkah.

“Kebetulan, Kepala Yayasan Masjid Syura yang merenovasi masjid ini adalah orang yang senang dengan kakbah yang ada di tanah suci Mekkah,” kata H Taju, pengurus Masjid Syura saat ditemui, Rabu 31 Mei 2017.

Masjid yang sudah ada sejak 1980-an ini, semula hanya bangunan masjid biasa dengan desain masjid pada umumnya. Namun, sejak direnovasi pada 2015 lalu, miniatur bangunan kakbah pun dihadirkan.

Baca :Ditemani Istri Siri di Wisma, Pensiunan PNS Meregang Nyawa

Hal itulah yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi Masjid Syura. Dihadirkannya miniatur kakbah dalam masjid juga bukan tanpa sebab. Taju mengatakan Kepala Yayasan H Andi Mustamin Anshar memiliki harapan yang besar.

Mustamin berharap, jemaah di masjid tersebut tak hanya bisa merasakan sensasi beribadah di tanah suci Mekkah, tetapi juga berdoa agar kelak bisa menjalankan ibadah umrah maupun haji ke tanah suci.

“Masjid dengan menghadirkan bangunan kakbah ini bukan yang pertama, beliau (Mustamin) juga sudah membangun masjid dengan kubah kakbah di Jalan Pacinang Raya, Tello, Masjid Al Fatih Al Anshar,” tambah Taju.

Masjid-masjid dengan menghadirkan bangunan kakbah yang didirikan Mustamin didesain putranya sendiri yang berlatar belakang arsitek. Masjid dengan tiga lantai ini mampu menampung sekitar 1.300 jemaah.

Jemaah bisa semakin merasa nyaman dengan kesejukan dari pendingin ruangan (AC) yang cukup memadai dari Masjid Syura. Tak hanya itu, masjid ini juga dilengkapi kamera CCTV di beberapa sudut masjid.

Uniknya, keberadaan CCTV itu bukan untuk mengintai orang-orang yang akan bertindak kriminal di dalam maupun luar masjid, melainkan untuk melihat jemaah yang paling rajin melaksanakan ibadah di Masjid Syura.

Baca :Selama Ramadan, Kepala UPTB Pasar Kabupaten Barru perketat pengamanan

“Jadi dari yayasan itu biasanya ada semacam penghargaan bagi jemaah yang paling rajin. Ini juga sebagai penyemangat untuk lebih meningkatkan kualitas beribadah para jemaah,” jelas pria berusia 67 tahun ini.

Selain itu, ada dua rak buku yang berisi puluhan Alquran di sudut kiri dan kanan bagian depan masjid. Alquran itulah yang biasa digunakan jemaah untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran selepas salat atau saat menanti waktu salat.

Terlebih di bulan suci Ramadan, kata Taju, jemaah bisa mencapai 500 orang. Berbeda dengan hari-hari biasa yang hanya mencapai sekitar 300 jemaah yang datang ke Masjid Syura.

Zikir dan doa bersama juga rutin digelar di masjid ini dengan menghadirkan sejumlah ustaz kondang. Hal itu sebagai bentuk ajakan bagi masyarakat agar bisa meningkatkan kualitas ibadahnya, tak hanya di Ramadan.

“Di sini kami rutin menggelar zikir pagi setiap dua kali dalam satu bulan. Di luar Ramadan, di masjid ini juga rutin memberi makan sekitar 700 jemaah. Itu dilakukan setiap Jumat dua kali dalam satu bulan,” ungkap Taju.

Baca :Safari ramadan, PDAM Makassar kunjungi panti asuhan dan gratiskan pemakaian air

Salah seorang jemaah, Hj Wulan Hafid mengatakan, sangat bersyukur masjid ini telah direnovasi dengan menghadirkan desain yang indah dan dengan adanya miniatur bangunan Kakbah.

“Kalau berada di masjid ini rasanya tenang dan nyaman, seperti ada di tanah suci. Alhamdulillah, masjid ini juga memberikan banyak fasilitas untuk jamaahnya,” ungkap warga Kelurahan Ujung Pandang Baru itu.

Ia mengaku sudah berdomisi di Kelurahan Pandang Baru sejak 1960-an, dan melihat betul bagaimana perkembangan dan perubahan Masjid Syura.

Masjid Syura, kata wanita berusia 60 tahun ini, tidak hanya menjadi tempat ibadah, kadang-kadang juga menjadi tempat peristirahatan bagi orang-orang yang kelelahan dalam perjalanannya.

“Kan kasihan kalau ada orang yang dalam perjalanannya kelelahan, bisa istirahat sebentar di sini. Fasilitas di masjid ini memang rasanya seperti berada di hotel,” terang Wulan.

Kehadiran Masjid Syura tentu bisa menjadi refrensi baru bagi masyarakat yang ingin berwisata religi. Selain menawarkan kenyamanan untuk beribadah, miniatur bangunan kakbah di masjid ini telah menjadi daya tarik untuk mengunjunginya.

Pengurus Masjid Syura, H Taju. / Andini Ristyaningrum
Tampak bagian dalam Masjid Syura. / Andini Ristyaningrum
Rak buku berisi puluhan Alquran. / Andini Ristyaningrum