Wisudawati Andi Musdalifah yang Meninggal dan Digantikan Ayahnya Ingin Jadi Dosen UIN Alauddin

Wisudawati UIN Alauddin Andi Musdalifah semasa hidup. (ist)

Terkini.id, Jakarta – Salah satu Wisudawati UIN Alauddin saat proses wisuda angkatan 86, 11 Agustus 2020 adalah Andi Musdalifah. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan motor pada hari Raya Idul Fitri lalu di kampung halamannya, Bulukumba.

Almarhumah yang kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan (IP) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar tersebut meninggal dunia setelah menyelesaikan tugas dan kewajibannya untuk menjadi seorang sarjana hingga meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,90.

Akibat dari kejadian tersebut, sang ayah, Bochari, menggantikan Andi Musdalifah pada wisuda virtual online pada Selasa 11 Agustus 2020.

Setelah sepeninggal Andi Musdalifah, Bochari mengungkapkan jika putrinya itu berencana melanjutkan kuliah di S2.

Bahkan, kata Bochari, anaknya tersebut juga memiliki cita-cita ingin menjadi dosen di UIN Alauddin Makassar.

Menarik untuk Anda:

Ia pun merasa sangat kehilangan dengan sosok putrinya itu. Namun, Buchari juga mengaku bangga atas prestasi akademik yang diraih Musdalifah.

“Saya sangat sakit hati kehilangan putri saya. Tapi juga merasa bangga karena dia lulus dengan cum laude,” ujar Bochari kepada awak media, Jumat, 14 Agustus 2020.

Melansir dari media mahasiswa UIN Alauddin, Washilah.com, salah seorang sahabat Andi Musdalifah, Rini Asriani mengaku mengenal perempuan itu sebagai seorang yang periang dan sangat aktif di lembaga.

“Almarhum Ifa itu orang sangat asyik, susah untuk mendefinisikan beliau melalui kata-kata, disamping itu beliau juga orangnya periang dan sangat aktif kalau ada kegiatan di Kohati (Korps HMI-Wati) Komisariat Adab dan Humaniora,” kata Rini.

“Terakhir saya kontak dengan beliau itu sebelum saya pergi KKN dan di situ beliau banyak bercerita mengenai pengalamannya saat KKN dahulu. Silahkan coba ditanyakan kepada mereka yang mengenal sosok ifa, pasti mereka akan menjawab ifa itu orangnya baik, ramah dan mudah bergaul,” lanjutnya.

Sementara Ketua Umum Kohati Komisariat Adab dan Humaniora Periode 2018-2019, Diora Chaminra mengungkapkan hal senada.

Diora mengenal sosok Andi Musdalifa sebagai periang dan humble kepada siapapun.

“Almarhum Ifa itu sejauh yang saya kenal, orangnya sangat aktif dan murah senyum, kalo ketemu dengan saya itu tidak pernah muka cemberut, ifa ini kalo kita baru pertama kenal pasti akan berpikir kalo anaknya pendiam, tetapi ketika sudah kenal ternyata beliau ini orangnya aktif sekali dan mudah sekali bergaul, humble lah almarhum ini banyak orang yang sayang sama bdeliau, dan saya dapat kabarnya itu sehari setelah beliau meninggal lewat grup wa, saya kaget dengan kabar tersebut,” tuturnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

PK DIkabulkan Mahkamah Agung, Anas Bebas Tahun 2023

Heboh, Video Warga Gelar Party di Kolam Renang di Sumut di Tengah Pandemi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar