Yasonna tunggu keluarga Abu Bakar Ba’asyir ajukan grasi

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly hadir di kantor Gubernur Sulsel/ Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly masih mempertimbangkan surat permintaan grasi yang rencananya akan diajukan oleh keluarga Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan terpidana terorisme yang diduga pernah dilakukannya di Indonesia pada tahun 2002 silam.

Yasonna mengaku masih menunggu pihak keluarga sendiri untuk melayangkan surat grasi secara terbuka.

“Sampai detik ini belum ada yang dilaporkan oleh pihak keluarga. Yang menjadi persoalan sendiri adalah mau tidak keluarganya mengakui kesalahan tersebut,” kata Yasonna saat hadir di Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu 3 Maret 2018.

Namun lanjut Yasonna, sikap negara sendirinya belum serta merta akan memberikan kelonggaran saat pengajuan grasi tersebut diajukan.

Sejauh ini pihak keluarga sendiri masih melakukan upaya untuk melakukan pengajuan akan proses tahanan rumah atas petinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu.

Kendati saat ini usia Abu Bakar Ba’asyr telah renta dan mengidap penyakit kista, dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Intinya kalau keluarga mau tidak diadakan grasi tentang pengakuan salah,” jelasnya.

Sebelumnya, wacana mempertimbangkan Abu Bakar Ba’asyr menjadi tahanan rumah disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu setelah mengunjungi keluarga Ba’asyr di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa 27 Februari 2018.

Berita Terkait
Komentar
Terkini