Youth Action Forum Gelar Youth Dialog Studio Makassar

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Menuju 2030, tantangan sebagai anak muda semakin banyak dan beragam, tantangan terpenting adalah menyelaraskan tekad.

Perhatian dan tindakan untuk bersama-sama memahami permasalahan mendasar serta menciptakan inovasi yang melihat kepentingan secara menyeluruh, dengan tetap menjaga keharmonisan sosial, alam, serta spiritual.

Youth Action Forum 2019 melaksanakan roadshow bertemakan “Partisipasi Generasi Muda dalam Pendidikan” di Aula Baruga Anging Mammiri BP PAUD dan DIKMAS Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa No. 2 Panakkukang (Minggu, 18 Agustus 2019)

Kegiatan yang dihadiri 138 peserta dari pelbagai komunitas dan universitas ini membahas partisipasi pemuda dalam menjawab tantangan khususnya dalam bidang Pendidikan. Yang dibahas oleh empat pembicara diantaranya UN SDSN Prorgram Manager, Israruddin menjelaskan Kapasitas pemuda untuk pembangunan berkelanjutan

“Jangan bertanya apa cita-citamu, tapi tanyakan mau hidup dimana dan dengan cara apa,” ungkapnya.

Isranuddin pun menambahkan bahwa Indonesia hari ini didominasi oleh kategori pemuda, yang tentunya mampu berkolaborasi merujuk pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 point, SDGs sebagai optimis dengan sistem multistakeholder.

Selain itu Ridwan Alimuddin sebagai Inisiator Perahu Pustaka Colliq Pujie, berkesempatan sebagai pembicara kedua yang membahas Pelayanan pendidikan inklusif dan accessible.

“Inti dari gerakan literasi bukan hanya membaca dan menulis teks namun kemampuan membaca berbagai keresahan pada lingkungan dan memberi solusi,” ujar Ridwan

Sebagai pegiat literasi Perahu Pustaka yang menggunakan perahu bermuatan ribuan buku mengunjungi beberapa pulau menambahkan, datang ke sebuah tempat seharusnya dijadikan momentum untuk belajar, bukan memberi pelajaran.

 

Pembicara ketiga dari inisiator The Floating School, Rahmat Hidayat menuturkan bahwa Kabupaten Pangkep punya banyak tokoh namun masih berada di luar daerah.

Rahmat salah satu pemuda yang memilih untuk kembali ke daerahnya memberi partisipasi kepada masyarakat terkhusus anak-anak dan remaja, memiliki harapan mampu menghadirkan sekolah maritim.

 

Apriza Liz Tresia seorang alumnus UGM sebagai Head of People Innovation dan Strategy DANA, berkesempatan membicarakan Penerapan cashless system dalam membangun komunitas pendidikan.
Mengutarakan bahwa keragaman merupakan sumber inovasi, pemuda diharapkan mampu memiliki pola pikir yang berkelanjutan.
“Memiliki top skill masa depan itu sangat perlu,” ujar Apriza.

 

Kegiatan Youth Action Forum merupakan hasil kolaborasi antara United in Diversity, SDSN Southeast Asia, DANA, dan Rumah Pemimpin Muda Indonesia.

 

Kegiatan berlangsung meriah, setelah seluruh pembicara dan sesi tanya jawab berakhir dilanjutkan dengan Knowledge Cafe Dialog.
Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 orang, secara bergantian memaparkan hal baru yang ditemukan setelah mengikuti rangkaian acara dan bagaimana dari tiap komunitas mengambil peran.

Setelah semua peserta memperoleh kesempatan berbicara, dua dari peserta mendapat kesempatan memaparkan hasil diskusi dihadapan seluruh peserta forum.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan peserta yang hadir.

Komentar

Rekomendasi

Viral, Emak-emak Ini Ngamuk di Keramaian Setelah Tabrak Mobil

Pengusaha Parfum Asal Sidrap Ini, Resmi Jabat Wakil Ketua Garda Nusantara Preneur Sulsel

Penyidik Gakkum KLHK Limpahkan Perkara Pengangkutan Kayu Ilegal kepada Kejari Polman

Unik! Masyarakat Belajar Al-qur’an di CFD Makassar

Sah! BKPRMI Bulukumba Dilantik, Ini Pengurusnya

Garda Pemuda Partai Nasdem Sinjai Ikut Birukan Nasdem Days 2020

Muhammad Soleh, Alumni Ma’had Al-birr Unismuh Makassar Meninggal Dunia

Kepala BKDD Enrekang: Integritas adalah Modal Utama PNS

ILPS Chapter Indonesia Menentang Provokasi Perang AS Terhadap Iran

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar