Yuk Hadiri Festival Pinisi 2018, Berikut Jadwal dan Agendanya

Kapal Pinisi

Terkini.id,Bulukumba – Tak lama lagi Kabupaten Bulukumba akan menggelar Festival Pinisi yang ke -9. Festival Pinisi ini sendiri telah masuk dalam 10 event nasional Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, festival ini akan menarik. Karena, memperkuat Indonesia sebagai negara bahari dan memiliki sejarah melaut yang handal.

“Ini bukan featival baru. Karena, sudah 9 kali dilaksanakan. Festival ini sangat bagus, karena merefleksikan kehebatan bangsa Indonesia di masa lalu. Selain itu, festival ini juga menyajikan ritual adat seperti Annyorong Lopi lengkap dengan parade budaya, sport tourism, hingga petualangan,” tuturnya.

Menpar menambahkan, Bulukumba telah diperkuat aspek 3A (amenitas, aksesibilitas, dan atraksi). Jadi wisatawan tidak perlu ragu untuk berkunjung.Ada beragam atraksi yang ditawarkan. Alam dan budayanya pun luar biasa apalagi dilengkapi dengan konsep sport tourism dan adventure.

“Aksesibilitas dan amanitiasnya banyak pilihannya. Wilayah ini juga penghasil kuliner terbaik dengan cita rasa nikmat,”bebernya.

Kehebatan Kapal Pinisi juga diungkapkan Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Baca :Mantan Ketua KPK Jadi Peserta Bira Sunset Run di Bulukumba

“Kapal Pinisi demikian mendunia. Wonderful Indonesia bahkan menggunakannya sebagai ikon dalam setiap pameran di luar negeri. Meski terbuat dari kayu, kapal ini sangat eksotis dan kuat. Festival Pinisi 2018 dijamin akan spektakuler,” ungkap Esthy.

Jadwal dan Agenda

Festival Pinisi digelar 13-16 September 2018. Festival ini dihelat di Kawasan Pantai Tanjung Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Total, ada 13 sub event yang bisa dinikmati.

“Wilayah Bulukumba dan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada umumnya kaya dengan budaya dan alamnya. Kesemuanya itu sangat khas dan istimewa. Jadi, pastikan event ini tidak terlewatkan. Sebab, bergulirnya Festival Pinisi tinggal beberapa saat lagi,” terangnya.

Festival Pinisi ini akan diawali dengan event Senandung Kopi Kahayya bertempat di Puncak Donggia,Desa Kahayya Kecamatan Gantarang dan dilanjutkan dengan Trail Adventure Sesi I dirilis mulai 8 hingga 9 September mendatang.

Menjadi rangkaian Festival Pinisi, Sendratari Samindara pun dirilis masyarakat Lembang, Salemba, Ujung Loe, Senin 10 September 2018. Sendratari Samindara adalah legenda rakyat Bulukumba. Narasi yang akan dibawakan ‘Cinta di Antara Dua Saudara Kandung, Samindara dan Baso Kunjung Barani’.

Baca :Gubernur telat hadir, peserta festival pinisi mulai gerah

Agenda itu dirangkai dengan Siarah ke Pusara Samindara, Lomba Perahu Katinting, Lari Mallongga, juga lainnya.

Kekayaan budaya Bulukumba semakin ditegaskan dengan pagelaran Seni Dato Tiro. Pagelaran ini bercerita asal muasal masuknya Islam di Bulukumba. Seni Dato Tiro bisa dinikmati di Pantai Samboang, Bontotiro, pada Selasa 11 September 2018 mendatang.

Sub even juga akan diramaikan dengan lomba pacuan kuda, lomba membuat patung pasir, hingga lomba layang-layang tradisional.

“Festival ini memiliki rangkaian agenda yang panjang. Kemeriahan pun sudah digelar sebelum opening ceremony. Rangkaian agenda ini menjadi peluang terbaik bagi wisatawan untuk mengenal Bulukumba lebih jauh,” kata Esthy lagi.

Upacara pembukaan Festival Pinisi baru dilakukan Kamis 13 September 2018. Lokasinya di Tanah Lemo, Bontobahari. Upacara pembukaannya digelar unik. Ada Phinisi Trip dan Parade Perahu Tradisional yang diikuti 10 kecamatan di Bulukumba dan wilayah lain di Sulsel. Rute yang ditempuh memiliki view indah dengan start di PPI Bonto Bahari lalu finish di Pantai Tanjung Bira.

Baca :Hebat, cara umur panjang warga desa ini wajib ditiru

Pada hari yang sama, Festival Pinisi juga menggelar Lomba Layang-Layang. Lomba ini dipusatkan di PPI Bonto Bahari. Kategori perlombaan, tradisional dan modern. Baik layang-layang dua dimensi atau tiga dimensi.