Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar berencana melakukan perombakan pada 3 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai krusial.
Adapun 3 OPD yang dimaksud antara lain, Bapenda, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan akan merombak pejabat di tiga OPD tersebut lantaran merusak kerja-kerja di tataran pemerintahan.
Ia mengatakan sudah banyak keluhan yang masuk. Ada banyak masalah yang menumpuk dan tidak diselesaikan di tiga OPD tersebut.
“Ada yang saya ganti secepatnya karena merusak, banyak sekali bertumpuk masalah di situ. Dia tidak selesaikan, ada tiga SKPD, itu orang semua berteriak dan banyak orang menderita,” ucap Danny Pomanto, Jumat, 24 September 2021.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
- Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Wali Kota Munafri : Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
- Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Sinergi Nasional di Tengah Tantangan Global
Ia mengatakan masalah ini bukan soal temuan BPK, melainkan kinerja pejabat yang terbengkalai.
“Bukan temuan BPK tapi keluhan masyarakat terlalu banyak, bukan pelayanan umum pokoknya tiga SKPD, eselon tiga yang akan diganti, macet disitu,” tegasnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Andi Siswanta Attas menyebut ada banyak jabatan kosong pada tiga OPD tersebut. Mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang.
“Dinas Sosial misalnya, OPD ini menjadi perhatian, disamping posisi kepada dinasnya dijabat oleh Plt, beberapa kepala bidangnya juga tidak maksimal dalam bekerja,” kata Siswanta.
Hal serupa juga terjadi di Dinas Pendidikan dan Bapenda yang dijabat oleh Plt.
“Atas indikator itulah pak wali bilang ada beberapa yang harus kita prioritaskan untuk dipacu, apalagi yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, jabatan lowong berindikasi pada kerja yang tak maksimal. Sebab itu, kata dia, harus segera diisi sesuai dengan fungsinya.
Saat ini, ada 24 OPD yang lowong di lingkungan pemerintah kota, hanya saja tiga OPD (Dinsos, Disdik, Bapenda) dianggap krusial, sehingga menjadi prioritas untuk diresetting secepat mungkin.
“Ada beberapa SKPD yang memang harus dipacu karena mungkin keterlambatan dalam melakukan kegiatannya,” jelasnya.
Ia mengatakan saat ini pihaknya menunggu instruksi wali kota terkait jadwal pelantikan pejabat di tiga OPD tersebut. Ia mengaku belum menerima nama-nama yang akan dilantik.
“Tinggal tunggu dari pak wali. Jadi semua format-format pelantikan sudah menjadi format baku, tinggal siapa yang mau dilantik dan di mana,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
