Terkini, Jeneponto – Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto melaksanakan intervensi pencegahan stunting dalam mempercepat penurunan angka stanting dengan melaksanakan pengukuran bayi dan balita sesuai standar serta status gizi ibu hamil dan calon pegantin.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Karelayu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 10 Juni 2024.
Pengukuran bayi dan balita sesuai standar serta status gizi ibu hamil dan calon pegantin itu merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Ibu hamil dan Balita Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Hj Syusanty A Mansyur kepada Terkini mengatakan, melalui Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, 598 Posyandu melakukan penimbangan, pengukuran, intervensi gizi, pencatatan dan edukasi serentak yang pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal Posyandu di setiap Desa dan Kelurahan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi pelaksanaan bdisektor lain yang terkait dengan pencegahan stunting, melalui aksi konvergensi tentunya kita semua sepakat bersatu padu dengan aksi nyata hingga tingkat keluarga untuk mencegah stunting,” harap Hj Syusanty A Mansyur.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
Menurutnya dengan gerakan serentak pencegahan stunting itu dapat memotivasi dan memastikan Bayi, Balita, Ibu hamil dan calon pengantin bergegas ke Posyandu mendapatkan pelayanan Kesehatan.

“Jadi dalam kegiatan ini dilaksanakan penimbangan dan pengukuran bayi, balita sesuai standar. Pengukuran status gizi ibu hamil dan calon pegantin. Intervensi masalah gizi spesifik dan rujukan yang
tepat. Pencatatan dan pelaporan secara langsung serta edukasi pencegahan Stunting,” kata Hj Syusanty A Mansyur.
Dimana sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melaksanakan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Ibu hamil dan Balita Stunting.
Kegiatan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting dan PMT kepada Ibu hamil dan Balita stunting di laksanakan di Kantor Desa Karelayu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 10 Juni 2024.

Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting dan PMT kepada Ibu hamil dan Balita stunting dihadiri langsung oleh Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri.
Hadir, Direktur RS Ibu dan Anak Pertiwi Makassar, Pj Ketua TP PKK Jeneponto, beberapa dokter spesialis, Danramil dan Kapolsek Tamalatea, para Asisten, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfo, Sekretaris Bappeda, beberapa pejabat Pemkab Jeneponto, Camat Tamalatea, para Kepala Desa dan Kelurahan, Kepala Puskesmas Tamalatea dan Embo serta Ibu hamil dan Balita.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam sambutannya mengatakan, Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan di lakukan agar Indonesia, Sulawesi Selatan, khusus Jeneponto bebas dari stunting.

“Berdasarkan Perpres 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi
dan kesehatan dan intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk percepatan penurunan angka stunting di Jeneponto,”
Menurutnya, selain intervensi gizi, menurut Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri mengatakan perlunya intervensi,”Yang perlu dilakukan untuk pencegahan dan penanganan stunting adalah penguatan kapasitas dan perilaku,” kata Junaedi Bakri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
