Hj Nurhayati juga menambahkan, hal itu dilakukan sebagai upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap anak dan warga mendapatkan akses pendidikan yang layak dan memastikan mereka tidak putus pendidikan di tengah jalan. PKBM menjadi salah satu wadah yang strategis untuk merangkul ATS dan mencegah putus sekolah,” jelas Hj Nurhayati.
Ujian berlangsung dengan lancar dan diawasi langsung oleh pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto. Materi yang diujikan meliputi mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, PAI, dan PKN.
PKBM Julu Atia terus berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan nonformal di wilayah Jeneponto, terutama bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar secara formal.
Dengan adanya program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan semakin banyak warga yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
