Terkini.id – Hukuman larangan empat laga yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI kepada Yuran Fernandes bukan sekadar sanksi personal.
Absennya sang kapten langsung terasa di tubuh PSM Makassar.
Tanpa bek asal Tanjung Verde itu, lini belakang Juku Eja keropos. Lawan mudah mendikte permainan, sementara PSM kesulitan membangun serangan dari belakang.
Saat menjamu PSIM Yogyakarta, Sabtu, 27 September 2025, dominasi bola 75 persen milik tim tamu, menyisakan PSM hanya berlari mengejar.
PSM memang menciptakan 13 tembakan dengan lima tepat sasaran. Namun tak ada yang berbuah gol.
- Scoopy Night Culture Siap Ramaikan Night Ride Komunitas Honda di Makassar
- 1 Orang Pelaku Penganiayaan Diamankan Polres Jeneponto, Keluarga Korban, Hukum Harus Tegas, Jangan Ada Keringanan
- Manjakan Lidah di Myko Cafe: Dari Sensasi 'Dirty Series' hingga Mewahnya Ravioli Mango Bliss
- HondaJagoanku Bagi Tiket Gratis PSM vs Persib, Begini Cara Ikutnya
- Honda Mei Vibes, Asmo Sulsel Tawarkan Gratis Angsuran hingga 5 Kali untuk Honda BeAT dan Genio
Pertandingan berakhir 0-0, dan tambahan satu poin tak cukup mengangkat posisi di klasemen.
PSM kini tercecer di peringkat ke-14 dengan tujuh poin, jauh dari papan atas yang biasa mereka tempati.
Sebelumnya, Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengakui sanksi Yuran berdampak besar. Ia menyebut klub sedang menimbang langkah banding.
“Kami akan pelajari plus minusnya,” ujarnya.
Situasi ini menambah panjang daftar persoalan PSM di awal musim. Setelah pramusim yang tak ideal, kini PSM harus menata ulang strategi tanpa sosok yang menjadi poros pertahanan mereka. (*)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
