Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Abu Janda, menyindir Najwa Shihab soal pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat mengadakan sejumlah acara.
Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 17 November 2020, Abu Janda mengaku heran kepada Najwa Shihab lantaran diam dan tak menanggapi terkait hal itu.
“Yang biasa keras soal ini, kok diam saja?” cuit Abu Janda dengan menandai Twitter Najwa Shihab.
Menurutnya, bangsa Indonesia sudah enam bulan kesal dengan adanya pandemi COVID-19.
Namun, kata Abu Janda, tiba-tiba saja muncul Rizieq Shihab yang dengan sengaja mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
- Desa Cantik, Data Berkualitas, Jeneponto Menuju Kemajuan Berbasis Informasi
- ATR/BPN Perkuat Kanal Pengaduan Digital, Dorong Transparansi Layanan Publik
- Membentuk Jejaran Harapan Masa Depan Petani, Jalan Rabat Beton TMMD ke-128 Makin Nyata
- Bupati Syaharuddin Alrif Luncurkan Desa Binaan MUI, Perkuat Akidah hingga Ekonomi Warga Sidrap
- Turnamen AAS CUP II 2026 Digelar Mei, Alumni Unhas Siap Reuni Lewat Mini Soccer
Pria bernama lengkap Permadi Arya itu pun menilai Rizieq dan pengikutnya seolah-olah menganggap pandemi COVID-19 di Indonesia tak ada.
“6 bulan kita jengkel soal pandemi lalu muncul Rizieq dengan sengaja berkali2 kumpulkan massa secara masif anggap wabah tidak ada,” ujarnya.
Selain menyindir Najwa Shihab, Abu Janda dalam cuitannya itu juga menyinggung komedian muda, Bintang Emon.
“Yang gercep kritik pelanggar protokol kesehatan, kemana nyalimu sekarang?” tulis Abu Janda sambil menandai Twitter Bintang Emon.
Bintang Emon pun membalas cuitan Abu Janda tersebut. Ia mengatakan bahwa sebenarnya dirinya tak setuju dengan adanya pelanggaran protokol kesehatan.
“Sebenernya ga setuju bang, tapi kayaknya tempat kita belum bisa menjamin keamanan ngomong. Kemaren acara itu aja kaga dibubarin kayak acara laen. Kebayang kan powernya gimana?” cuit Bintang Emon seperti dilihat di Twitter miliknya, Selasa 17 November 2020.
Bintang Emon menilai bahwa seharusnya yang memiliki wewenang terkait hal itu adalah pihak pemerintah.
“Harus sipil yang maju? Yang punya alat dan kewenangan kan pihak pemerintah bang. Yang gerak yang sana dong tolong,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
