Terkini.id, Jakarta – Amnesty International Indonesia (AII) mendesak kepada Presiden Joko Widodo (Jokow) untuk segera membuka investigasi tragedi 1965, terkait pelanggaran HAM.
Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif AII mengatakan bahwa pembukaan investigasi itu harus dilakukan oleh Jokowi.
Sebab, hal itu sejalan dengan janji Jokowi saat Pilpres 2014 lalu saat berjanji akan menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk tragedi 1965.
“Kami mendesak Presiden Jokowi untuk merealisasikan janjinya itu dan membuka kembali investigasi terhadap tragedi 1965,” ucap Usman dikutip terkini.id dari CNN Indonesia, Jumat, 22 Oktober 2021.
Menurutnya, dengan membuka investigasi tragedi 1965 dan mengusut tuntas soal pelanggaran HAM, maka akan menjamin akuntabilitas dan rasa keadilan bagi para penyintas.
“Untuk menjamin akuntabilitas dan rasa keadilan kepada para penyintas,” tambahnya.
Usman menjelaskan bahwa fakta baru terkait tragedi 1965 didapat dari dokumen-dokumen Kementerian Luar Negeri Inggris yang dideklasifikasi.
Dalam dokumen tersebut ditemukan bukti keterlibatan pemerintah Inggris dalam membuat propaganda untuk menghasut petinggi-petinggi Indonesia membasmi PKI dan simpatisannya pada 1960-an.
Usman mengungkap bahwa temuan itu diungkap ke publik dalam bentuk artikel yang dirilis oleh media Inggris The Observer pada Minggu, 17 Oktober 2021.
“Terkuaknya dokumen black propaganda Inggris adalah contoh betapa masih ada begitu banyak fakta yang masih tersedia dari tragedi 1965,” papar Usman.
Usman mengatakan bahwa dalam tragedi tersebut diduga terjadi pembunuhan di luar hukum, penghilangan paksa, penyiksaan dan perlakuan sewenang-wenang lainnya, pemerkosaan dan kejahatan kriminal seksual lainnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
