Terkini, Jeneponto – Di sudut Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, sebuah bangunan sederhana kini berdiri kokoh, membawa harapan baru bagi seorang wanita tangguh bernama Dahlia (25). Di balik senyum bahagia yang terukir di wajahnya, tersimpan cerita perjuangan hidup yang menyentuh hati.
Suasana menjadi semakin emosional saat Ketua rombongan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI AD, Brigjen TNI Jamaluddin, S.IP., beserta rombongan tiba meninjau langsung hasil pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikerjakan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto. Kamis, 7 Mei 2026.
“Suami Saya di Kalimantan, Kerja Keras demi Keluarga”
Saat Brigjen Jamaluddin menyapa dan berbincang akrab, air mata haru tak mampu lagi ditahan oleh Dahlia. Dengan suara bergetar, ia menceritakan kondisi keluarganya.
“Terima kasih banyak Bapak Jenderal dan seluruh Bapak-bapak TNI. Rumah saya yang dulu reyot kini jadi bagus dan kuat. Saya benar-benar terharu,” ucapnya sambil mengusap air mata.

- Warga Tolak Keputusan Menkeu Soal PSEL Tetap di Tamalanrea, demi Lingkungan dan Kesehatan
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
Dahlia mengaku, saat ini ia harus mengurus rumah dan anak-anaknya sendirian. Sang suami terpaksa harus merantau jauh ke Kalimantan untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Suami saya sedang di Kalimantan, Pak. Dia kerja di sana demi bisa menafkahi kami. Jadi di sini hanya saya yang menjaga rumah dan anak,” cerita Dahlia kepada Brigjen Jamaluddin dengan nada penuh rasa syukur namun juga kerinduan.
Kehadiran TNI dengan program TMMD ini bagaikan hadiah tak terduga. Beban hidup yang selama ini dipikul sendirian kini sedikit terangkat, terutama setelah memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
Kepedulian yang Menyentuh Hati
Mendengar cerita perjuangan Dahlia, Brigjen TNI Jamaluddin pun tampak terharu dan memberikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan hati wanita tersebut.

“Ibu sangat kuat. Meskipun ditinggal suami merantau, Ibu tetap tegar menjaga rumah tangga. Kami sangat bangga bisa hadir dan membantu meringankan beban Ibu Dahlia,” ujar Brigjen Jamaluddin dengan penuh empati.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah ini adalah wujud nyata kepedulian TNI kepada rakyat yang membutuhkan, terutama bagi keluarga yang sedang berjuang keras dalam kehidupan.
“Semoga rumah ini menjadi tempat yang berkah, memberikan kenyamanan bagi Ibu dan anak-anak saat menunggu kepulangan Bapak dari perantauan. Rawatlah baik-baik, karena ini adalah hasil kerja keras dan kasih sayang dari Satgas TMMD untuk keluarga Ibu,” pesannya.
Simbol Kebersamaan dan Harapan
Momen haru itu menjadi saksi bisu bahwa TMMD bukan sekadar program fisik pembangunan jalan atau tembok, melainkan juga pembangunan hati dan harapan.
Bagi Dahlia, rumah baru ini bukan hanya terbuat dari batu dan semen, tetapi juga diisi oleh doa, air mata bahagia, dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI yang telah hadir di saat mereka sangat membutuhkan.

Sementara sang suami bekerja keras di tanah perantauan, di kampung halaman, keluarga kecilnya kini memiliki tempat berlindung yang layak dan hangat, berkat dedikasi tulus prajurit TMMD ke-128 Jeneponto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
