Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petani.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.
Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tegas Prof. Dedi.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Menindak lanjuti arahan Mentan dan Kepala Badan PPSDMP Kementan, koordinator Penyuluh Pertanian BPP Malimbong, Kabupaten Tana Toraja, Zet Rante Tana, SP melakukan kegiatan penanaman jagung bersama petani milenial.
“Harapan kami sebagai penyuluh tentang pertanian di tengah pendemi corona yaitu kegiatan pertanian harus tetap berjalan, dengan alasan dan kondisi sesulit apapun. Ketika sumber pangan kurang, bahaya yang lebih besar akan muncul seperti kelaparan, penjarahan dan tindak kejahatan lain.
Hal ini terjadi karena kesulitan ekonomi sementara tuntutan kebutuhan tetap tinggi, apalagi sudah menyangkut urusan perut. Saya berharap di tengah banyaknya generasi muda yang meninggalkan sektor pertanian dan beralih ke tukang ojek yang kini kembali lesuh karena virus Corona, membuka mata mereka untuk melihat peluang yang lebih besar di sektor pertanian serta menjadi petani milenial yang dapat menjadi petani andalan,” tuturnya.
Zet Rante Tana berharap, semoga semakin banyak generasi muda yang terjun ke bidang pertanian. “Pertanian itu sangat menjanjikan, dan ke depan, siapa yang menguasai pertanian, maka dialah yang akan menguasai dunia,” pungkasnya.
Maju terus Petani Milenial, bangsa ini membutuhkan karya terbaikmu.
(WLN8)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
