Terkini, Makassar – Kalla Institute kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus pencetak wirausaha muda dengan lahirnya alumni yang berhasil membangun brand fashion sendiri.
Salah satunya adalah Andi Armayani, alumni program studi Kewirausahaan Kalla Institute, yang sukses mendirikan brand scarf ramah lingkungan bernama Nakaraa Scarf.
Brand tersebut menghadirkan produk scarf berbahan ramah lingkungan Tencel yang dipadukan dengan motif budaya khas Kepulauan Selayar, yakni Gong Nakara. Mengusung konsep fashion berkelanjutan, Nakaraa Scarf tidak hanya menawarkan produk fesyen, tetapi juga mengangkat nilai budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Armayani mengatakan ide bisnis tersebut lahir dari keinginannya memadukan fashion modern dengan storytelling budaya serta konsep keberlanjutan.
“Saya ingin menggabungkan konsep fashion modern, storytelling budaya, dan sustainability dalam satu produk,” ujarnya.
- Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Prestasi Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah ISMAPETI XXI
- Kadispora Syamsul Bahri Buka Makarena Season 2, E-Sport Jadi Ruang Kreativitas dan Prestasi Anak Muda
- Desakan Insan Pers, Hukum Polisi yang Merampas HP Wartawan Saat Meliput Pengungkapan Sabu 1 Kg di Jeneponto
- LPS Gandeng Unhas Bekali Generasi Muda Makassar Bentengi Finansial di Era Digital
- Dari Pendidikan hingga Infrastruktur, Wali Kota Appi Pastikan Perhatian Pemkot Menjangkau Wilayah Kepulauan
Usaha Nakaraa Scarf mulai dirintis Armayani sejak masih berstatus mahasiswa di Kalla Institute. Armayani mengembangkan bisnis tersebut melalui dukungan berbagai program kampus, termasuk program Inkubator yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis hingga dapat direalisasikan menjadi produk nyata.
Dalam perjalanannya, Armayani juga berhasil memperoleh pendanaan dari pemerintah melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Produk Nakaraa Scarf kemudian resmi diluncurkan pada 24 November 2024 dalam ajang Wirausahawan Merdeka.
Selama mengikuti program Inkubator, Armayani mendapatkan berbagai pembekalan penting terkait pengembangan usaha, mulai dari penyusunan model bisnis, riset pasar, hingga strategi pemasaran. Dukungan dosen, lingkungan kampus yang kondusif untuk berdiskusi, serta akses jaringan dengan pelaku usaha turut membantu memperkuat keterampilan kewirausahaannya.
Ketua Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute, Mardiatul Jannah, menegaskan bahwa seluruh mahasiswa program studi Kewirausahaan telah dibekali dengan mindset dan keterampilan wirausaha sejak awal perkuliahan.
“Mahasiswa kami dibekali mindset kewirausahaan dan disiplin dalam mengelola ide menjadi rencana serta tindakan nyata. Melalui kurikulum yang berkelanjutan setiap semester, kami menargetkan mahasiswa mampu mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
