Terkini.id, Jakarta – Politikus senior yang juga Mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meluncurkan sebuah buku berjudul ‘Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus’.
Lewan siaran Youtube Amien Rais Official yang diposting pada Jumat 25 September 2020, disebutkan bahwa buku dengan 13 bab ini berisi permasalahan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni, berimbas pada nasib bangsa Indonesia.
Amien mengungkapkan, buku ini merupakan refleksi kebangsaan yang ditulisnya sebagai bagian mengekspresikan pendapat terhadap pemerintah Indonesia yang dipimpin Jokowi.
Ia juga memastikan, bahwa setiap tulisannya ditulis dengan fakta dan bukti-bukti angka yang valid.
“13 bab yang saya angkat memang, maaf, pada mereka yang mungkin sudah ambil posisi lebih dulu mungkin enggak terima. Tapi pertama, saya lihat, rezim Pak Jokowi sesungguhnya telah melakukan apa, pemecahan bangsa kita, dibelah. Jadi terasa sekali bangsa kita dibelah,” kata Amien Rais yang dikutip Tribunnews, Sabtu 26.
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
- HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global
- MODANTARA Minta Pemerintah Tinjau Ulang Batas Potongan Platform 8 Persen
- Ramli Rahim: Tidak Ada Kegaduhan di Acara Mubes IKA Unhas, IKAFE Tetap Ikuti Sidang Pleno
Amien juga menilai, pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintahan Jokowi dicoba untuk ‘dimusnahkan’ secara politik.
Padahal, kebebasan berpendapat merupakan hak warga negara Indonesia.
Selain itu, mantan ketua MPR RI ini juga menyoroti soal komunisme yang begitu banyak diberikan tempat oleh pemerintahan Jokowi.
Bahkan, ia menyebut bahwa komunisme mendapat posisi ‘angin buritan’ di saat sekarang.
“Jadi antara bangkitnya komunisme yang nampak sekali tak diapa-apakan. Ada kaitannya dengan semakin dekat Jakarta-Beijing yang lantas ditangkap sebagian bangsa indonesia yang jadi PKI malam atau siang, itu mendapat angin buritan. Ini bahaya,” ucapnya.
Amien juga menilai, di masa kepemimpinan Presiden Jokowi, demokrasi sudah tinggal kerangka saja dan digantikan dengan otoriterisme.
Bahkan, istilah reformasi dinilai sudah kuno dan ketinggalan zaman.
“Bahwa masalah kita sudah berbeda. Masalah kita adalah, bahwa inti masalah negeri kita ini sudah enggak dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Jadi saya blak-blakan aja, bahwa pemerintah sekarang merupakan MTC directed and dominated goverment. Pemerintah yang didikte, didominasi oleh MTC, mafia taipan cukong. Itu kenyataannya,” ucap Amien.
Maka, Amien menyimpulkan buku ‘Pilihan Buat Jokowi: Mundur atau Maju’ yang ditulisnya ini merupakan prestasi-prestasi negatif yang dicapai Jokowi selama menjabat sebagai Presiden ke-7 RI.
Ia juga menyinggung bahwa Jokowi tidak memiliki kompetensi dalam memimpin Indonesia.
“Lewat argumen saya ke kesimpulan bahwa yang terjadi leadership failure. Kegagalan kepemimpinan, kenapa? Karena memang, maaf Pak Jokowi, menurut saya tidak punya kompetensi. Setelah diuji 5 tahun sesungguhnya enggak berhasil,” kata Amien.
“Tapi saya tetap masih ada punya pengharapan, sesungguhnya sejak awal saya katakan bahwa Pak Jokowi itu sudah membawa portofolio of failure, from day one tak kompeten. Makanya maaf, betul kata Pak Jusuf Kalla, sebaiknya jadi gubernur sampai selesai, anggota DPR-MPR, karena tak bisa kepala negara uji coba, hancur negara kita,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
