Terkini.id, – Taman kanak-kanak (TK) di Melbourne Australia bernama Isabel Henderson yang terletak di kawasan North Fiztroy menghentikan penggunaan mainan plastik dan kini TK tersebut tidak lagi melarang murid-muridnya untuk bermain lumpur, dan murid pun akan bermain bebas dengan apa yang ada disekitar mereka.
Dilansir dari ABC News, Direktur TK Nicole Messer memaparkan bahwa dengan menghentikan mainan dari plastik, murid-murid akan berpikir tentang apa yang mereka bisa lakukan.

Messer menjelaskan bahwa hal ini merupakan keterampilan hidup, bagaimana murid mampu membuat cerita ataupun berimajinasi yang berada pada lingkungan yang tidak bias dengan apapun.
“Alam kadang memang kelihatan seperti tidak bersahabat, dingin, basah, namun semua itu memaksa kita untuk beradaptasi,” ujar Messer.
Ia menjelaskan bahwa dengan bermain di luar ruangan, anak-anak tidak akan lagi mengenal permainan yang berhungan dengan konstruksi sosial atau yang berkaitan dengan gender, seperti mainan robot untuk laki-laki dan boneka untuk perempuan.

- PT Vale Tetap di Jalur Pengurangan GRK, Penurunan Emisi Karbon Berlanjut di 2025
- Beasiswa Anak Asuh PT Vale Wujudkan Mimpi Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah di Sorowako
- Mercure Wedding Expo 2026 Resmi Dibuka, Paket Pernikahan Mulai Rp25 Juta
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
Messer juga menambahkan bahwa bermain adalah belajar untuk membangun kemampuan berkomunikasi, dan pengembangan sensori gerakan motorik, hal tersebut akan sangat membantu untuk kehidupan selanjutnya.
Kolam lumpur adalah salah satu tempat bermain murid di luar ruangan dan anak-anak dibiarkan bermain di tempat tersebut walaupun sebagian anak-anak tidak mau bermain di kolam lumpur tersebut dengan alasan takut kotor.
“Pada awalnya kami melihat anak-anak itu tidak mau menyentuh lumpur, ada yang menggunakan dahan untuk menyentuh lumpur karena takut tangannya kotor, dan kami menganjurkan mereka untuk bermain di sana agar semakin terbiasa,” ujar Messer.

Untuk mengubah sebuah pabrik yang sudah tidak digunakan menjadi hutan Aborigin, TK tersebut bekerjasama dengan kelompok Aborigin setempat. Aktor Jack Charles yang merupakan tetua di sana menganggap cara ini sangat tepat untuk bagaimana anak-anak bisa mendekatkan diri dengan dunia yang ada disekitarnya.
“Ini akan menjadi pencerahan bagi perkembangan pemikiran anak-anak,” ujar Charles.
Ia berharap akan lebih banyak lagi TK dan sekolah menggunakan alam untuk bercerita tentang sejarah lokal di Australia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
