Terkini.id, Jakarta – Aksi perusakan menimpa Kantor Polsek Ciracas di Jakarta Timur. Belakangan diketahui pelaku pengrusakan tersebut adalah ratusan anggota TNI.
Mereka melakukan penyerangan lantaran ulah seorang anggota TNI menyebarkan isu bahwa dirinya dikeroyok. Namun, oknum TNI yang diketahui adalah Prada MI itu rupanya berbohong.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan, oknum TNI, Prada MI, mengaku kepada rekan seangkatannya bahwa dirinya dikeroyok.
“Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, ditelepon seniornya bilang dikeroyok,” kata Dudung dikutip dari Antara, Sabtu 29 Aguatus 2020.
Pernyataan Prada MI tersebut kemudian dicocokkan dengan para saksi. Akan tetapi, saat pernyataan anggota dari Satuan Direktorat Hukum Angkatan Darat itu dicocokkan dengan pernyataan sembilan saksi dari warga sipil, ternyata MI diketahui telah berbohong.
- Kadis Perkimtan Gowa Pakai Rompi Orange Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
Kecelakaan Tunggal Ngaku Dikeroyok
Menurut Dudung, kronologi yang sebenarnya terjadi adalah MI mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina.
Selain diperkuat dengan pernyataan saksi di TKP, kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian.
“Pada tayangan menit ke-37, MI terjatuh di sekitar tikungan, tidak ada pemukulan dari belakang, depan atau pengeroyokan,” kata dia.
Saat menghubungi seluruh rekannya, MI selain mengaku menjadi korban pengeroyokan, juga menyampaikan kalimat kotor yang dianggap mencoreng citra TNI. Pengakuan MI dikeroyok tersebut lalu memicu rekan-rekannya melakukan tindakan perusakan.
“Informasi di media sosial yang bersangkutan dikeroyok dan ada beberapa kalimat yang membangkitkan emosi sehingga dengan jiwa korsa berlebihan dan tidak terkendali melakukan perusakan,” ujarnya.
Dudung menambahkan, sebanyak enam dari sekitar 100 orang yang terlibat dalam perusakan Mapolsek Ciracas dan fasilitas umum di Jaktim telah menjalani pemeriksaan intensif Polisi Militer Kodam Jayakarta. Ia memastikan pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada oknum yang terlibat.
“Kemungkinan besar dari laporan Dandim kepada saya ada sekitar 100-an orang yang melakukan aksi tersebut. Kalau enam tidak mungkin, ini sedang kita lacak,” kata Dudung.
Salah satu bukti yang menguatkan bahwa Prada MI memang kecelakaan tunggal ialah, pesan yang disampaikannya kepada komandannya yang bertuliskan bahwa dia mengalami kecelakaan tunggal. Sangat berbeda jauh dengan isi pesan palsu yang disiarkan di grup pertemanannya.
Namun, hasil penyelidikan yang telah dilakukan TNI diabaikan begitu saja karena para pelaku sudah keburu terbakar nafsu akibat info palsu.
Mengutip dari VIVA, diketahui Prada MI merupakan prajurit TNI yang bertugas di Direktorat Hukum Angkatan Darat. Setelah kecelakaan itu dia mendapat perawatan di dua rumah sakit berbeda.
Pangdam Jaya menyatakan, TNI sedang melakukan investigasi untuk mengungkap alasan atau motif Prada MI membuat informasi palsu yang telah memicu terjadinya penyerangan, menimbulkan kerugian dan meresahkan masyarakat itu.
Sejauh 6 orang teman Prada MI sudah diamankan POM TNI Kodam Jaya, mereka merupakan penerima info palsu dari Prada MI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
