Terkini, Gowa — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menggelar kegiatan edukasi safety riding bagi kalangan pelajar.
Kali ini, kegiatan berlangsung di SMKN 1 Gowa pada Jumat, 8 Mei 2026, dan diikuti lebih dari 40 siswa dengan antusias tinggi.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Asmo Sulsel dan Unit Kamsel Polres Gowa dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.
Edukasi ini dinilai penting sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dan pengendara usia produktif.
Dalam kegiatan itu, instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, memberikan pemaparan mengenai pentingnya menerapkan perilaku berkendara aman dan bertanggung jawab di jalan raya.
- IKATSI Unhas dan BKS PII Teken MoU Kerjasama, Perkuat Sinergi Alumni dan Organisasi Profesi
- Telkomsel dan Erajaya Luncurkan Program Super Brand Day di Makassar, Sediakan Paket Bundling
- Korban Kebakaran di Makassar Dapat Voucher Rp500 Ribu dari LAZ Hadji Kalla
- Wali Kota Munafri Lantik 369 Kepala Sekolah di Makassar, Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih
- 5 Tips Menempatkan Pengharum Mobil agar Aromanya Lebih Merata
Para peserta juga dibekali pemahaman terkait faktor-faktor yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Menurut Wanny, penggunaan perlengkapan berkendara menjadi salah satu aspek mendasar yang wajib diperhatikan oleh setiap pengendara sepeda motor.
Ia menekankan pentingnya menggunakan helm standar, jaket, sepatu, serta perlengkapan keselamatan lainnya sebagai bentuk perlindungan diri saat berkendara.
“Keselamatan di jalan dimulai dari diri sendiri. Ketika berkendara, kita harus benar-benar fokus dan aware terhadap kondisi sekitar. Jangan sampai karena lengah beberapa detik, justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Wanny.
Selain perlengkapan berkendara, para siswa juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fokus dan konsentrasi saat berada di jalan.
Wanny menjelaskan bahwa banyak kecelakaan terjadi akibat perilaku kurang disiplin, seperti menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak memperhatikan situasi lalu lintas, hingga memaksakan diri berkendara dalam kondisi tubuh yang tidak fit.
Ia menambahkan, budaya berkendara aman perlu ditanamkan sejak usia muda agar para pelajar dapat menjadi pengendara yang disiplin dan memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Melalui edukasi seperti ini, kami berharap para pelajar tidak hanya memahami teori keselamatan berkendara, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel terus mendorong terciptanya budaya berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman yang secara konsisten disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
