Tak hanya perlengkapan, kesiapan fisik juga menjadi salah satu poin penting yang disampaikan.
Tubuh yang sehat, fokus yang optimal, serta kondisi mental yang siap sangat mempengaruhi keputusan dan refleks pengendara di jalan.
Wanny mengingatkan bahwa tubuh yang lelah atau mengantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Menurut Wanny, perlengkapan berkendara bukanlah hal yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan, namun dapat mengurangi fatalitas dari kecelakaan yang terjadi.
“Keselamatan berkendara dimulai dari diri sendiri. Perlengkapan seperti helm atau sarung tangan memang tidak mencegah kecelakaan, tapi di sini kami ingin menekan angka fatalitas kecelakaan berat yang terjadi akibat tidak menggunakan perlengkapan berkendara,” ungkap Wanny.
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
- Polres Jeneponto Kirim SPDP Kasus Penganiayaan di Bungung Lompoa, Pelaku Sudah Ditahan
- Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
Melalui edukasi ini, Asmo Sulsel berharap para siswa SMKN 7 Takalar tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
“Asmo Sulsel berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan edukasi safety riding sebagai bagian dari upaya membangun budaya #Cari_Aman di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
