Terkini.id, Jakarta – WHO baru saja mengumumkan situasi darurat wabah virus corona. Kini, pemerintah China mengumumkan kembalinya wabah virus flu burung H5N1 yang dikenal mematikan.
Hal ini dilaporkan oleh Kementerian Pertanian China pada Sabtu 1 Januari 2020.
Virus H5N1 tersebut terdeteksi di peternakan dengan 7.850 ekor ayam di kota Shaoyang. Dilaporkan, sudah lebih dari setengah ayam mati namun belum ada kasus infeksi pada manusia.
“Otoritas setempat telah memusnahkan 17.828 ayam untuk merespons wabah ini,” jelas Reuters
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus flu burung H5N1 merupakan virus yang sangat berbahaya bagi manusia karena tingkat kematian yang tinggi.
- Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Rakor Penetapan LP2B
- Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas yang Dipusatkan di Makassar
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota
- Dewan Soroti Utang Rp211 Juta untuk Bendung Lalengrie Bone: Sampai Sekarang Tidak Beroperasi
Selain itu, peneliti juga memerhatikan virus terus bermutasi sehingga ada kekhawatiran suatu waktu virus ini bersifat mudah menyebar antarmanusia.
“Hampir semua kasus infeksi H5N1 dikaitkan dengan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, unggas mati, atau lingkungan terkontaminasi. Virus tersebut tidak mudah menginfeksi manusia, dan penyebaran antarmanusia jarang terjadi,” tulis WHO dalam situs resminya.
Pada tahun 2002 wabah flu burung membuat dunia gempar karena penyebarannya yang begitu cepat bahkan sampai ke Indonesia.
WHO mencatat dalam periode 2002-2009 ada 162 kasus flu burung di Indonesia dengan 134 di antaranya meninggal dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
