Berbeda, Dialog Sumpah Pemuda Spesifik Bahas Peran Pemuda dan Desa

Berbeda, Dialog Sumpah Pemuda Spesifik Bahas Peran Pemuda dan Desa

FD
R
Fachri Djaman
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Barru – Dalam rangka memperingati sumpah pemuda ke-94 yang jatuh pada hari Jumat 28 Oktober 2022.

Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru komisariat 5 Tanete Riaja melakukan refleksi terobosan dialog pemuda secara spesifik.

Mengangkat tema “Indonesia Emas 2024 : Pemuda Membangun Dari Desa”, kegiatan itu keluar dari program bidang Partisipasi Pengembangan Komunikasi  Umat (PPKU) Gappembar komisariat 5 Tanete Riaja kabupaten Barru.

Sebagaimana disaksikan bahwa pemuda akhir-akhir ini gagal menangkap peluang, mengenali potensi bahkan mengembangkan potensi yang ada.

“Pemuda kita khususnya di Barru banyak dilematisnya antara tinggal dikampung halaman atau merantau ke negeri orang, utamamya banyak pemuda kita memilih jalan pintas seperti ke Morowali, Papua dan Kalimantan,” ucap Ade Rahmat pemandu dialog di Aula kantor camat Tanete Riaja Minggu 30 Oktober 2022.

Sebagai pengantar melalui argumentasi moderator itu, tiga narasumber yang hadir dan puluhan peserta lainnya tertawa dengan suasana heran atas fenomena yang bukan lagi hal yang tidak disadari itu.

Narasumber dari tiga latar belakang yang berbeda Erik sebagai konten kreator, halikman pemerintahan, dan Muh. Fadly akademisi.

Dihadapan berbagai kelompok pelajar dan pemuda dan tamu undangan dari pemerintahan mereka dipacu untuk berfikir dan berdiskusi.

Salah satunya Halikman dari pemerintahan menjawab pertanyaan dari perwakilan Karang Taruna Desa Libureng sesuai masing-masing memaparkan materi.

“mengapa banyak pemuda yang pergi merantau,”? tanya peserta itu.

“Banyak yang pergi merantau karena tidak ada pekerjaan yang bisa mengikat, karena di luar itu menjanjikan seperti di Marowali. Keterbatasan dari segi lapangan kerja berkeinginan untuk mengelola tapi tidak ada akses untuk mengelola,” jawab Halikman selaku narasumber seperti dikutip terkini.id dari barrupos.com.

Berbeda, Muh. Fadli dan Erik selaku narasumber juga menjelaskan bahwa sebagai pemuda, kita harus pandai memfilter informasi yang didapatkan.

“Apapun informasi yang didapatkan, saring sebelum sharing, apapun bentuk informasinya dengan cara tabayyun dalam agama dengan mencari tahu kebenarannya baru kemudian kita tindak lanjuti,” papar Fadli narasumber background akademisi.

Sementara itu, diketahui Erik yang datang dari konten kreator sembari menjalankan tugasnya di humas polres Barru juga salah satu tokoh yang menginspirasi pemuda atas karya serta kehadirannya di forum dialog sebagai narasumber, memberi ide dan harapan kepada pemuda yang lain untuk mengenali, menggali dan mengembangkan potensi yang ada disekitar kita terutama di mana kita lahir.

Hadir juga beberapa perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Gappembar, salah satunya memberikan argumentasi berimbang dalam dialog terutama peran pemuda yang tidak boleh hilang, tergantikan kecuali bukan lagi ‘pemuda’.

Penulis : M. Rijal B Akmal (Writer Terkini.id)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.