“Semangat Transformasi kami mengarah kepada motto PLN, yaitu bahwa listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas yang membawa dampak baik bagi masyarakat, serta mendukung lingkungan yang lebih ramah,” pungkas Awal.
“Dengan menggunakan listrik, petani dapat menghemat biaya operasional sampai dengan 50 persen, selain itu pasokan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan produksi gabah para petani,” tandas Awal.
Untuk melayani sebanyak 6 pelanggan dengan total daya 21.000 VA, PLN membangun jaringan listrik sepanjang 0,25 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 6 tiang.
Selain di Kabupaten Soppeng, PLN UIW Sulselrabar juga telah menjalankan program tersebut di beberapa daerah yaitu bagi Petani Bawang di Desa Telle Kabupaten Bone, Petani Bawang di Kabupaten Enrekang, dan Petani Buah Naga di Kabupaten Sinjai.
Dengan adanya program Electrifying Agriculture, PLN berharap dapat meningkatkan taraf ekonomi karena dengan hadirnya listrik, biaya operasional di bidang pertanian bisa menjadi lebih murah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
