Terkini.id, Jakarta – Konvoi pengendara motor mengenakan atribut khilafah yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin tengah ramai dibicarakan di media sosial. Kini pendiri Khilafatul Muslimin pun menjadi sorotan.
Menurut Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen R Ahmad Nurwakhid, pendiri gerakan ini adalah Abdul Qadir Hasan Baraja.
Ahmad Nurwakhid menyebut, pemimpin Khilafatul Muslimin pernah tergabung dalam Negara Islam Indonesia (NII)
“Genealogi Khilafatul Muslimin tidak bisa dilepaskan dari NII karena sebagian besar tokoh kunci dalam gerakan ini adalah mantan NII,” ujarnya dikutip dari detikcom.
Ia mengatakan, Hasan Baraja merupakan salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, bersama Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan terpidana kasus terorisme.
Hasan Baraja juga merupakan bagian dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada tahun 2000.
“Secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal, seperti NII, MMI, dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme,” kata Ahmad Nurwakhid.
Nurwakhid mengungkap, pendiri Khilafatul Muslimin ini memiliki jejak kasus terorisme. Hasan Baraja pernah dipenjara dua kali karena kasus terorisme.
“Baraja telah mengalami dua kal penahanan. Pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selma tiga tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal 1985,” jelasnya.
Menurut Nurwakhid, gerakan Khilafatul Muslimin rentan bermetamorfosis dalam gerakan teror. Aspek ideologi dan sejarah gerakan tersebut juga disebut berbahaya.
“Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, JI, JAD, maupun jaringan terorisme lainnya,” kata Nurwakhid.
“Walaupun dalam pngakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
