BPBD Gowa Rilis Elevasi Bendungan, Begini Kondisinya

Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Terkini.id, Gowa – Ketinggian air di Bendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa saat ini sudah mencapai 95,59 mdpl, Jumat 21 Februari 2020 kemarin. Walaupun masih dibawa normal, namun ketinggian air hampir memasuki batas normal yaitu +99.50 mdpl.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawansa mengatakan saat masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi elevasi waduk Bili Bili dan kondisinya masih dibawah normal.

“Dengan posisi sekarang bendungan mereka punya Early Warning Sistem untuk peringatan dininya. Dengan kondisi sekarang ini belum berpengaruh dan kondisi aman. Inilah secara update dan real time mereka menyampaikan data ini kepada BPBD maupun teman-teman di group kebencanaan terkait posisi ketinggian air Bendungan Bili-Bili,” kata Ikhsan dalam keterangan pers yang diterima redaksi terkini.id Sabtu 22 Februari 2020.

Untuk peringatan dini, ia menjelaskan petugas bendungan Bili-Bili akan selalu menyampaikan kondisi Bendungan Bili-Bili jika ketinggian air sudah memasuki level waspada atau ke level selanjutnya.

“Mereka di Bendungan Bili-Bili punya protap, SOP. Jika kondisi air dalam level waspada kemudian masuk ke siaga mereka akan laporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang kemudian mereka akan menelpon pimpinan, menelpon Bupati, Gubernur bahwa ini akan segera dibuka dan itu butuh respon yang cepat sekitar tiga jam,” jelasnya.

Sementara berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ikhsan Parawansa menyebutkan hujan masih akan turun hingga Maret mendatang. Namun ia berharap cuaca tidak seekstrem tahun 2019 lalu.

“Kami berharap kondisi cuaca tidak seekstrim tahun tahun kemarin, mudah-mudahan. Ini yang sangat kami khawatirkan yang ada di hulu sana seperti dataran tinggi karena ini sangat rawan sekali terjadinya longsor,” harapnya.

Sebagai antisipasi penanganan becana banjir akibat luapan Bendungan Bili-Bili, Kamis kemarin pihaknya bersama PLN PLTA Bili-Bili juga melakukan simulasi evakuasi bencana. simulasi menggunakan skenario sudah dalam posisi Bendungan Bili-Bili siaga dan awas.

“Ini kami lakukan karena posisi PLTA Bili-Bili sangat dekat dengan bendungan itu satu kompleks mereka mencoba mengadakan itu karena ini akan siapkan ada sistem. Mereka juga butuh semacam rencana tindak lanjut di dalam kegiatan di kantornya jika ada kejadianya mereka berbuat apa. Itu kami melakukan simulasi dalam rangka mengurangi resiko jika betul terjadi itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, saat ini pihaknyà juga masih mengoperasikan posko siaga bencana yang dibangun di tiga titik. Posko Kabupaten berada di Kantor BPBD Kabupaten Gowa dan dua posko lainnya ada di Kecamatan Tinggimoncong dan Bungaya.

“Tapi kenyataanya saya lihat di lapangan hampir semua kecamatan membuat posko bahkan termasuk desa. Ini agar cepat dalam bertinda membantu masyarakat kalau ada kejadian dan sebagainya segera dilaporkan ke Posko Kabupaten,” tambahnya.

Komentar

Rekomendasi

Bertahun-tahun Pergi Merantau, Ibu Ini Tak Lagi Dikenali Anaknya

Imbas Corona, Menteri Sofyan Rapat Lewat Video Conference dengan Kakanwil ATR/BPN Sulsel

Hotman Paris Ajak Anggota DPR Sumbang Gaji untuk Beli Beras Demi Tolong Masyarakat

Lagi, Beredar Video Warga di Jakarta Jatuh Pingsan dan Tak Sadarkan Diri

Zulkiflie Marauni, ASN Pejuang yang Rajin Salat Berjemaah di Masjid

Pengakuan Pasien Corona, Awalnya Anggap Remeh Hingga Akhirnya Jatuh Pingsan dan Positif

Berikut Nama 20 Dokter yang Gugur Akibat Corona

Balai Kota Makassar Ditutup, Iman Hud: Kita Terapkan Protokol Penanganan Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar