Chief Operating Officer Kalla Land, M. Natsir Mardan, mengatakan pengembangan urban farming merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan melalui aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami melihat urban farming sebagai salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan. Ke depan, kami berharap pengembangannya dapat semakin optimal dan menjadi contoh bagaimana aktivitas produktif dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan di kawasan Bukit Baruga,” pungkasnya.
Urban farming di Masjid Bin Baz dikembangkan menggunakan sistem greenhouse agar proses budidaya dapat berlangsung secara lebih terkontrol.
Selain melon, area tersebut juga dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai jenis tanaman lainnya.
Dalam penerapannya, program menggabungkan pemanfaatan air bekas wudhu sebagai sumber penyiraman dan pupuk organik dari pengelolaan biopori.
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
- Bupati Jeneponto Resmikan Layanan Cathlab di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Kalla Toyota Gelar Toyota Serbu di TSM Makassar, Ini Deretan Promo untuk Konsumen
Pengembangan secara bertahap tersebut menjadi bagian dari upaya Bukit Baruga menghadirkan ruang produktif di dalam kawasan sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Dengan konsep yang menggabungkan pertanian perkotaan dan pengelolaan sumber daya, urban farming Bukit Baruga diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu percontohan pertanian perkotaan terintegrasi di Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
