Oleh karenanya, Dewi Wulandari berinisiatif membawa poster dengan harapan mantan pemain Barcelona FC itu akan menolongnya.
“MESSI TOLONG KAMI!!!, bilang ke Adidas agar segera membayar upah kami,” bunyi poster yang dibawa Dewi Wulandari.
Adapun upah yang tidak dibayarkan ini terjadi ketika PT Panarub Industry sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat Covid-19 sehingga harus memproduksi sepatu dengan menggunakan gaji karyawan.
Alhasil, gaji karyawan pada periode tersebut dipotong sebanyak dua kali yakni Juni-Juli serta Agustus-September 2020.
Sementara itu, Emelia Yanti Siahaan selaku Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia alias GSBI berujar bahwa para pegawai telah kehilangan upah mereka sebanyak Rp800.000 dan Rp1.300.000.
“Setelah Covid 19, pabrik produksinya normal, ahkan di awal 2022, Panarub dipercaya kembali memproduksi sepatu untuk Piala Dunia. Jadi, dengan dasar itu, mereka menuntut perusahaan mengembalikan upah mereka yang dipotong di tahun 2020,” ujar Emelia Yanti Siahaan, dikutip dari panditfootball.com, Selasa 20 Juni 2023.
“Mereka sudah mengkomunikasikan hal itu dengan pihak perusahaan. Tapi perusahaan berdalih bahwa itu pandemi dan banyak perusahaan melakukan hal yang sama,” sambungnya.
Sementara itu, Adidas telah memberikan jawabannya terkait kasus ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
