60 Serikat Buruh Gelar Unjuk Rasa Memperingati May Day, Said Iqbal: 14 Mei Akan Ada Aksi Lanjutan

Terkini.id, Jakarta – Untuk memperingati Hari Buruh atau May Day, ratusan buruh menggelar unjuk rasa pada Minggu, 1 Mei 2022 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

Pada May Day kali ini, hanya sekitar seratusan buruh yang berpartisipasi turun melakukan aksi ke jalan.
 
“Hari Buruh hari ini, bertepatan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, yang tentu kita tidak bisa turut ikut semua,” ujar Presiden Partai Buruh, Said Iqbal dilansir dari laman Republika pada Minggu, 1 Mei 2022.
 
Ia mengatakan, kendati hanya ratusan massa buruh yang turun ke jalan, namun keseluruhannya tercatat mewakili 60 serikat buruh, dan federasi serikat pekerja.
 
Said Iqbal mengatakan, peringatan Hari Buruh kali ini, akan ada lanjutannya, yang akan digelar pada 14 Mei mendatang di Jakarta.
 
“Nanti 14 Mei, akan ada ratusan ribu buruh dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta untuk menjadi bagian dari aksi Hari Buruh hari ini,” ujarnya.
 
Dalam aksi demonstrasi Hari Buruh kali ini, kata Said Iqbal, terdapat sedikitnya 15 tuntutan para buruh yang akan disampaikan kepada pemerintah. Diantaranya penolakan buruh atas Omnibus Law UU Cipta Kerja, Desakan Penurunan Harga-harga Bahan Pokok, Pengesahan RUU PPRT, dan Penolakan UU PPP. Penolakan Upah Murah Buruh, Penghapusan Outsourching, dan Retribusi Kekayaan yang Adil, Penolakan Kenaikan Pajak PPn, serta Desakan Pengesahan RPP Perlindungan ABK, dan Buruh Migran.

Dalam tuntutan lainnya, kelompok buruh juga menyuarakan Penolakan Pengurangan Peserta PBI Jaminan Kesehatan, dan Jaminan Negara atas Orang-orang Miskin dan Kelaparan.

Buruh juga mendesak pemerintah agar mewujudkan Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan, serta Setop Kriminalisasi Petani.

Baca Juga: Perjuangan Anthony Albanese : dari Hidup Susah Sampai Dilantik Menjadi...

Buruh menuntut negara memenuhi kewajiban Pendidikan Murah dan Hak Pendidikan Gratis Wajib Belajar 15 Tahun.

Terakhir, para buruh yang melakukan aksi juga meminta negara segera mengalihkan Status ASN para Guru Honorer menjadi PNS. Dan Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden 3 Periode.

Baca Juga: Tidak Dapat Kepastian Izin Pakai JIS, Partai Buruh: 100 Ribu...

Dalam orasi politiknya, Said Iqbal menegaskan, agar KPU memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 tetap digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Kami meminta KPU memperhatikan tuntutan kami, untuk menolak perpanjangan masa jabatan presiden ini, dan meminta KPU memastikan Pemilu 2024 dilaksanakan tepat waktu,” kata Said Iqbal.

Di depan kantor KPU, massa membacakan tuntutan-tuntutan buruh terkait kesejahteraan. Mulai dari meminta pemerintah menurunkan harga-harga kebutuhan pokok hingga penolakan atas kenaikan harga bahan bakar, baik gas dapur, maupun pertalite, juga solar.

Bagikan