Makassar Terkini
Masuk

Cegah Bahaya Seks Dini, Mahasiswa KKN-PPM UNM Berikan Psikoedukasi Pada Anak-Anak

Terkini.id, Barru – Dipandang dari sisi negatifnya, kebebasan dan keterbukaan media sosial dewasa ini memang sudah berada dalam tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Penyebaran konten-konten dewasa yang sebetulnya belum bisa diperlihatkan pada anak-anak, dapat memberikan dampak yang sangat buruk bagi psikologis, sosial, maupun fisik anak-anak sendiri.

Karena alasan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan Psikoedukasi Seks Dini pada siswa SD Inpres No 19 Bujung Lita yang terletak di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu, 24 Juli 2019.

Kegiatan yang bertajuk  “KU JAGA DIRIKU” tersebut dilakukan dibawah bimbingan  Ernawati S Kaseng sebagai dosen pembimbing dan diikuti oleh puluhan siswa dari kelas satu hingga empat SD.

Awal pelatihan, terlihat bahwa siswa diberikan materi terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan permainan-permainan edukatif.

Suasana Saat Kegiatan Berlangsung

Salah satu mahasiswa KKN-PPM UNM, Ismawati, yang bertindak sebagai pemateri pada pelatihan tersebut menegaskan,  pemberian Psikoedukasi kepada anak-anak tersebut bertujuan untuk memahamkan anak-anak terkait seks di usia dini, juga mengingatkan mereka tentang bagian tubuh mana yang harus dilindungi.

Dilanjutkan oleh Rahmad Dani Wahe, selaku koordinator posko, ia berharap Psikoedukasi yang diberikan kepada anak-anak tersebut bisa diingat dan diaplikasikan sampai mereka dewasa.

“Semoga kegiatan ini, menjadi perhatian anak-anak hingga mereka dewasa, bahwa ada memang batasan-batasan tertentu yang harus dijaga dan bersifat pribadi,” tuturnya.

Kondisi Saat Pemberian Materi Berlangsung

Sementara itu, Fatmawati, selaku Kepala sekolah SD Inpres No 19 Bujung Lita mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi dengan kehadiran kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Psikoedukasi yang diberikan sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan anak-anak di SD-nya tentang batasan dan bahaya seks dini.

“Sangat bagus, karena bermanfaat bagi diri anak-anak sendiri dalam mengetahui apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ungkapnya.